BELAJAR COPYWRITING DAN CONTENT WRITING

Belajar Copywriter dan Content Writer untuk Digital Online Marketing ternyata Mudah, Menghasilkan Copywriting atau pun Content Writing Ada Triknya.

Sebelum kita lebih jauh mempelajari proses content writing atau pun proses copywriting untuk online marketing mari kita perjelas terlebih dahulu perbedaan di antara keduanya.

Tulisan berikut ini berhubungan dengan pemasaran di bidang fashion, coba kamu tebak tulisan yang mana yang termasuk content writing dan tulisan yang mana yang termasuk copy writing.

a. Stylemu, Kepercayaan Dirimu.

b. Tahun Baru, Gaya Baru.

c. Ganteng Aja Gak Cukup, Harus Gaya

d. Ganti Gaya, Makin Keren

Tulis menulis merupakan sarana yang tidak luput ditelan zaman, selalu beriringan dan berkembang mengikuti evolusi di dunia pemasaran, dulu masih pemasaran konvensional pun ide kepenulisan digunakan untuk teknik pemasaran.

Kini di dunia yang serba digital, hidup kita semakin lekat dengan tulis-menulis, apakah itu menulis perpesanan singkat atau menulis status di jejaring media sosial.

Copywriter dan Content writer adalah hasil dari evolusi kosa kata yang berbeda, walaupun kelihatannya hampir sama.

Kegiatan menulis sekarang meluas bukan hanya sebuah buah pikir yang dikemas dalam wadah dua dimensi hasil coretan pena atau pensil.

Memperbaharui status di beranda facebook, berkicau di jalur masa twitter, atau menandai gambar yang di muat naik ke jejaring sosial seperti instagram adalah sebuah kegiatan tulis menulis pada saat sekarang ini.


online marketing


Perbedaan Copywriting dengan Content Writing

Semua mengerti makna menulis namun sebenarnya mereka hanya mengerti hal kecil dari bagian tulis-menulis.

Mengapa mereka yang menulis status pribadi di facebook, twitter, instagram atau di jejaring pesanan seperti BBM, Line tidak dikategorikan sebagai penulis. Pertanyaan sederhana, namun sulit untuk dijawab.

Lalu apakah seseorang yang menulis rutin di blog mereka adalah penulis?

Atau mungkinkah belum sah menjadi penulis bila mereka tidak memiliki jejaring sosial?

Hanya pertanyaan aneh agar membuka perspektif terhadap kegiatan tulis menulis ini.

Bisa jadi sulit untuk memahami perbedaan copywriter dan content writer, tapi bila kita mengetahui tujuan kepenulisan di antara keduanya akan lebih mudah menentukannya.

Karya tulis mana yang hasil kerja copywriter dan mana yang hasil kerja content writer.

Dari pilihan kalimat yang di awal tadi, apakah kamu sudah menentukan mana yang termasuk hasil kerja copywriter dan mana yang termasuk hasil kerja content writer.


Copywriter

Copywriter adalah orang yang melakukan proses kreatif copywriting itu sendiri.


Copywriting adalah kegiatan pemasaran melalui tulisan yang bertujuan untuk memberikan perubahan drastis seseorang yang membaca tulisan tersebut, dari yang tidak ingin menjadi menginginkan barang atau pun jasa yang ditulis.

Kembali ke contoh tulisan di awal tadi, b dan d adalah contoh copywriting.

b. Tahun Baru, Gaya Baru.
d. Ganti Gaya, Makin Keren

Sederhananya, mengapa tergolong copywriting karena, tulisannya memberi rangsangan kepada yang membacanya, untuk mengambil tindakan membeli, walau pun tidak terang-terangan menganjurkan untuk membeli.

Berhubungan dengan fashion, maka 'gaya baru' dikonversikan sebagai ajakan untuk membeli di momen 'tahun baru'.

Dan, 'ganti gaya' dikonversikan untuk mengganti gaya dengan membeli agar terlihat 'makin keren'.

Content Writer

Content writing adalah orang yang melakukan proses kreatif content writing itu sendiri.

Content writing adalah kegiatan pemasaran melalui tulisan yang bertujuan untuk memberikan perubahan drastis seseorang yang membaca tulisan tersebut, dari yang tidak tahu menjadi mengetahui tentang barang atau pun jasa yang ditulis.

a. Stylemu, Kepercayaan Dirimu.
c. Ganteng Aja Gak Cukup, Harus Gaya

Sederhananya, mengapa tergolong content writing karena, tulisannya memberikan informasi dan merangsang pembaca untuk merubah pola pikirnya, hingga pada akhirnya pembaca mencari tau sendiri kemudian membeli.

Berhubungan dengan fashion, maka 'kepercayaan diri' dikaitkan dengan 'style', adalah kerja content writer untuk merangsang keingintahuan pembaca, kemudian mereka mencari tau sendiri kebenarannya.

Dan, 'ganteng aja gak cukup' dikaitkan dengan 'harus gaya', ingin memberikan rangsangan informasi bahwa gaya lebih penting daripada wajah yang tampan.

Kesimpulannya


Diartikan dalam satu kasus yang sama dalam menjual sebuah barang atau jasa, di antara copywriter dan content writer tugasnya sama memasarkan, terpulang calon pembeli akan membeli atau tidak itu lain cerita.

Copywriter atau content writer bukanlah salesman tapi tergolong marketing.

Seorang copywriter dalam tulisannya harus memikirkan cara bagaimana agar pembacanya langsung mengambil tindakan (take action) dalam hal ini membeli barang atau memakai jasa tersebut.

Berbeda dengan seorang content writer untuk mempengaruhi para pembacanya agar membeli barang atau memakai jasa tersebut.

Content writer menulis sebuah informasi dari berbagai rujukan demi menunjang karya tulisnya agar para pembacanya mendapat sebuah kepercayaan akan barang atau jasa yang ditulisnya.

Mudahnya,

copywriter = build action

content writer = build trust

Dari penjelasan singkat, pastinya sudah semakin memudahkan menentukan ke empat kalimat tersebut.

a. Stylemu, Kepercayaan Dirimu.
b. Tahun Baru, Gaya Baru.
c. Ganteng Aja Gak Cukup, Harus Gaya
d. Ganti Gaya, Makin Keren

Namun perlu diingat bahwa

copywriter dengan content writing adalah good action,

content writer dengan copy writing adalah good trust.

Semoga membantu dalam membedakan copywriter dan content writer.

Ide Menulis Copywriting dan Content Writing.

Setiap manusia mempunyai titik jenuh, namun berbeda asal kejenuhan seseorang. Tapi bagaimana bila kamu adalah seorang penulis yang selalu di-press untuk menghasilkan tulisan up to date dan brilliant.

Atau ingin menulis sesuatu yang antimainstream tapi layak dibaca oleh orang banyak. Semua memimpikannya, sampai – sampai mungkin aku, kamu, dia dan mereka harus membeli buku yang secara khusus membahas tentang ini.

Tapi setelah dibeli dan dibawa pulang, tidak terlalu menarik dari cover depan buku tersebut. Bukan membahas tentang tips menulis tapi malah berisikan motivasi menulis.

Setidaknya, mungkin berikut ini adalah tips mencari ide untuk menghasilkan copywriting atau pun content writing di tengah kejenuhan yang melanda.

Ide di Sekitaran Kita

Mungkin ada sebagian dari kita mencari ide menulis sangat unik bahkan bisa terbilang ekstrim. Pergi ke pantai menikmati angin pantai, bermain dengan ombak dan akhirnya lupa niat awal ke pantai untuk mencari ide menulis.

Menyendiri di keramaian, untuk beberapa orang merupakan hal yang biasa dalam mencari konsep ide menulis. Tapi sebenarnya, ide ada di sekitar kita bila mau sedikit saja untuk peka terhadap ide.

Misalkan saja, cobalah pertimbangkan momen sederhana untuk mencari ide menulis, seperti

Membaca surat kabar dan situs informasi industri

Cobalah bertanya pada banyak orang

Pikirkan sebuah pengalaman yang terkait

Pikirkan sebuah headlines

Judul merupakan hal penting dalam sebuah content writing, untuk menjadi pusat perhatian. Tapi sedikit yang memperhatikan sebuah judul.

Dan ternyata dalam penentuan judul masih sedikit yang paham, tahukah sebuah judul adalah ruh agar tulisan itu lebih hidup. Sebelum menentukan judul perlunya memperhatikan,

Judul memiliki seni penarik perhatian dan menerapkan ilmu mesin pencarian(SEO:search engine optimizer)

Mengendalikan minat baca secara cepat

Cari referensi headline

Jawablah pertanyaan ini

Untuk memastikan sebuah konten lebih menarik, sebelum memberikan ke publik ada baiknya menjawab pertanyaan, yang membuat tulisan lebih berkarakter.

Pastinya setelah menjawab pertanyaan tersebut akan ada perbaikan di sana-sini pada konten, agar peluang pencapaian target pembaca lebih besar. Pertanyaan berikut ini,

Mengapa pembaca harus membacanya?

Apa headline dari kontennya?

Apa yang pembaca simpulkan dari konten tersebut?

Konten ramah pembaca

Banyak yang paham menulis sebuah konten tapi jarang yang memberikan pembaca ruang, pembaca ingin sebuah konten yang ringan dan mudah dipahami, tapi sayang tidak semua penulis konten yang mengerti.

Maka dari beberapa hal yang perlu dilihat dalam sebuah konten agar ramah pembaca,

Menghindari kalimat yang tidak sesuai dalam pembahasan konten

Gambar deskripsi merupakan penarik pembaca

Serangkaian artikel lebih baik daripada menerbitkan artikel

Subtema untuk membantu sebuah tema konten

Jangan menulis berlebihan

Menulis apa pun kontennya, perlu diingat bahwa ketika mendeskripsikan sesuatu dalam bentuk tulisan jangan sampai membahas di luar tema, karena bisa membuat pembaca mengalami kebingungan dan tidak melanjutkan bacaannya. Hal kecil yang perlu diperhatikan,

Menulis konten harus satu titik fokus (runut ke tema)

Tidak perlu lengkap, namun berkesinambungan

Semoga artikel ini membantu belajar content writing copywriting untuk online marketing.
0 Komentar