Rumah Mewah di Medan, Karena Cinta Butuh Rumah Bro

Assalamu'alaykum pemintas kata, cari yang pentingnya saja, tanggapi jika bermakna. Saya ingin mengajak kamu, sejenak untuk berpikir dan memaknai, tentang persoalan apakah cinta itu butuh rumah? Apa pun jawaban kamu, simpan dulu tahan sekejap, baca hingga selesai mungkin bisa sama-sama membuka wawasan tentang cara berpikir untuk memahaminya. Cinta butuh rumah, atau rumah butuh cinta?

rumah mewah di medan

Saya dibesarkan oleh orang tua yang hobi traveling tahunan, sehingga tidak ada tempat tinggal yang menetap, tiap tahun saya dan orang tua bepergian dari 1 kecamatan ke kecamatan lain, naik truk beserta perabotan rumah lengkap. Sejatinya manusia memang makhluk nomaden, tapi traveling antar kecamatan ini, mencuri arti jalan-jalan bahagia seorang anak kecil, yang teringat adalah jalan-jalan jauh itu melelahkan, apalagi bawa perabotan rumah.


Cinta Itu Butuh Rumah, Bro…!

Katanya, generasi milenial itu lekat kaitannya dengan gaya hidup yang konsumtif, kecenderungan mereka yang lebih mengumpulkan pengalaman ketimbang aset, menyebabkan generasi milenial kesulitan untuk mempunyai rumah. Namun saya rasa anggapan ini tidak sepenuhnya benar, karena generasi sebelumnya pun punya tantangan tersendiri yang menyebabkan mereka tidak memikirkan pentingnya untuk membeli rumah. Daripada mengulas masa lalu mencari kesalahan hanya untuk membenarkan sebuah alasan, mari memikirkan apa yang bisa dilakukan sekarang untuk mengamankan masa depan.


Arti masa depan bagi saya tentu berbeda bagi kamu, tapi setidaknya semua mafhum bahwa rumah adalah salah satu tujuan masa depan. Maka apa yang bisa dilakukan sekarang adalah merencanakan bagaimana membeli rumah untuk hunian masa depan. Karena semua bentuk kebahagiaan berasal dari rumah yang nyaman dan hati yang tentram. Cinta pun demikian, apakah bentuk cinta itu untuk pasangan, untuk anak, untuk orang tua, perlu rumah agar cinta itu tetap tumbuh dan terus berkembang. Jika telah sampai di sini, kamu anggap saya terlalu berlebihan, saya tidak menyalahkan kamu, karena perkara cinta ini kalau tidak berlebihan tidak ada ciyee ciyee-nya.


Alternatif untuk membeli rumah sekarang ini banyak sekali, bahkan informasi kemudahan untuk memiliki rumah ada saja kalau dicari. Dari mulai program KPR Bank, program cicilan dari pengembang dan banyak lagi, tinggal kamu sesuaikan dengan kemampuan dan cari rumah hunian yang diimpikan.


Wiralanda adalah salah satu pengembang properti terbesar di Medan, dengan banyak tipe rumah di perumahan yang tersebar di kota Medan. Setelah sukses sebelumnya melaksanakan aksi Survey Rumah Tanpa Turun Mobil, tahun ini Wiraland meluncurkan slogan yang tidak kalah menarik dan kreatif. Cinta Itu Buruh Rumah, Bro..!


Slogan menarik nan persuasif ini diluncurkan Wiraland tahun ini, bertujuan untuk mengedukasi calon pembeli sekaligus daya tarik pemasaran. Menyasar semua kalangan kekinian yang selalu dan mencoba eksis, dari mulai generasi Baby-Boomer, gen-X, gen-Y, gen-Z bahkan generasi Alpha nantinya. Generasi kekinian sekarang ini masih terjebak doktrin bahwa rumah itu mahal, padahal banyak alternatif dan kemudahan yang ditawarkan, salah satunya yang ditawarkan oleh Wiraland.


“Satu sisi saya senang kaum muda selektif terhadap passion, namun di sisi lain, mereka belum mampu menentukan skala prioritas. Contohnya investasi rumah. Mereka masih terjebak dengan pemikiran bahwa harga rumah mahal tak terjangkau. Padahal tak selalu begitu. Wiraland menyediakan rumah dengan harga dan penawaran menarik yang dapat dijangkau oleh keluarga muda dan anak muda, bahkan diberikan kemudahan-kemudahan cara bayar dan cicilan. Inilah salah satu bentuk rasa cinta Wiraland untuk seluruh konsumen di luar sana”, kata Antonio Onasio, GM Sales & Marketing Wiraland dikutip dari Waspada.id (rabu 16/12)


Momen Bahagia Tertinggal di Rumah Sewa

Baru - baru ini aku pulang ke rumah orang tua, bersama istri dan putri yang lagi aktif-aktifnya ya bunda. Nua hobi sekali membongkar laci dan lemari, dan sebuah album foto lama berserakan, ada gambarku di sana sedang membongkar isi perut celengan ayam. Dari foto itu seakan terangkai kembali kenangan-kenangan saat kecil dulu, sebuah rumah yang menjadi saksi bahagia, sayangnya rumah itu adalah rumah sewa.


Hilang begitu saja tertinggal di rumah sewa, momen bahagia menghabiskan waktu bersama orang tua. Mungkin jika ada coretan dinding hasil karya jahilku, sekarang sudah dicat bersih, atau malahan rumah sudah direhab oleh pemiliknya. Nasib baik masih ada foto-foto lama, untuk kembali sejenak mengingat masa bersama dengan orang tua. Total sekitar 5 rumah sewa sudah pernah saya singgahi ada yang hanya setahun, ada yang dua tahun, ada yang pindah karena rumah sewa naik harga sewanya.


Sebabnya, saya ingin menjaga momen bahagia keluarga kecil ini, momen bahagia yang tercipta dari sudut ruang keluarga, dari teras rumah, dari dinding rumah yang dicoret-coret. Menjaga momen bahagia bersama keluarga, menjaga cinta kasih keluarga salah satunya dengan memiliki rumah sendiri. Mungkin untuk saat ini, saya belum bisa memiliki rumah sendiri, tapi saya tidak bosan memupuk niat ini memupuk impian ini membeli rumah untuk menjaga momen bahagia keluarga kecil saya.


Sudah semestinya ada cinta dan kasih di dalam rumah, momen bahagia tidak terlupakan juga tercipta di dalam rumah. Paling berkesan itu ketika bulan puasa, makan sahur dengan semua anggota keluarga mata masih mengantuk tapi mulut terus mengunyah. Bahkan menantikan waktu berbuka, 1 jam begitu terasa lama untuk saya ketika anak-anak dulu, akhirnya berbuka tiba makan sepuasnya malah kekenyangan. Sungguh momen bahagia bersama keluarga saat berpuasa tercipta di dalam rumah, hanya saja kenangan itu tertinggal di rumah sewa.


Maka dari itu, untuk menjaga momen bahagia walaupun belum memiliki rumah sendiri, saya tanpa sadar sudah seperti orang tua saya, mengoleksi momen-momen bahagia dengan foto-foto, yang bisa sewaktu-waktu dilihat kembali. Melihat foto satu demi satu di album foto lama, eh Nua malah mencopot foto dari album foto, ada yang sobek ada yang gambarnya hilang, cepat cepat diamankan biar gak ketahuan eyangnya.


cinta itu butuh rumah

Pengalaman Berkunjung ke Perumahan Mayfair Wiraland

Saya dan istri kebetulan diundang oleh tim kreatif Wiraland, tidak hanya sekedar melihat-lihat rumah contoh di dalamnya pun sudah lengkap dengan perabotan rumah, sehingga mendapatkan gambaran bagaimana ruang rumah ketika terisi perabotan. Perumahan Mayfair berlokasi di Jalan Bunga Terompet, Kota Medan terbilang cukup asri di ujung pusat kota tapi masih kawasan strategis untuk pergi ke mana saja.


Di gerbang masuk perumahan ada satpam yang menjaga, kami diberhentikan dan ditanyai kartu identitas, maksudnya jika ingin masuk ke perumahan harus meninggalkan kartu identitas. Hanya saja, karena buru-buru kami kelupaan bawa identitas apa pun, satpamnya sedikit terkejut dan pasang wajah tidak bersahabat. Akhirnya dibolehkan masuk, karena memang sudah ada janji dan diundang oleh tim kreatif Wiraland.


Satu sisi keamanan perumahan ini sangat terjamin, di sisi lain semoga satpamnya amanah karena bisa saja kartu identitas yang dititipkan disalahgunakan. Mungkin memang itu SOP keamanan sih ya, lagian baru ini juga masuk ke perumahan mewah, mungkin seperti itu standar keamanannya.


Puas melihat-lihat seisi ruang rumah contoh tipe Vanda 7x12 disulap menjadi lapang, bahkan sudah ada lahan parkirnya, rumah 2 lantai ada ruang tamu yang terintegrasi dengan dapur, ada 3 kamar dan 2 kamar mandi. Penasaran kan, rumah tipe lain juga ada tapi saya tidak berkesempatan melihat ke dalamnya, ada tipe Cattaleya, dan Violet.


Fasilitas perumahannya juga tidak kalah seru, ada Taman Online untuk mendukung aktivitas yang tinggal di perumahan ini, ada kolam renang siapu pun bisa berenang di sini, sarana olahraga untuk yang selalu ingin tetap bugar. Bisa kamu bayangkan, bagaimana perumahan ini kan, seru deh.


Sebuah Harapan Untuk Generasi Kekinian

Mungkin kebanyakan dari generasi saat ini, termasuk saya tentunya kurang peka terhadap investasi, ketika mentok dan dihadapkan pada sebuah situasi yang mengharuskannya kembali mengevaluasi keputusan di masa lalu. Di benak yang ada hanya, menggerutu pada diri sendiri di masa lalu. Sesuatu yang hilang baru akan terasa penting, pencapaian orang lain baru akan menyadarkan diri sendiri, tentang investasi, tentang memiliki rumah, bukan karena sudah ada kelapangan rezeki tapi diawali niat dan mencari cara untuk meraihnya.


Harapan untuk generasi kekinian, juga saya berpesan untuk diri sendiri;

  • Hidup itu butuh rencana, walaupun tidak tertulis mulailah pikirkan gambaran besarnya

  • Hidup itu butuh menetap, walaupun sejauh apapun hasrat dan passion membawamu pergi ada tempat untuk pulang

  • Hidup itu butuh cinta, walaupun banyak kegagalan di perjalanan hidup, cinta yang akan menyemangati dan memotivasi diri menjadi lebih baik dan produktif

  • Hidup itu butuh rumah, walaupun sederhana yang penting mewah dan punya sendiri bukan rumah sewa


cinta itu butuh rumah

Saatnya Yang Punya Rumah Generasi Muda

Saya juga masih muda loh ya, walaupun umur hampir menua tapi semangat berkarya gak kalah dengan generasi muda. Belum terlambat berencana memiliki rumah, coba cari tau deh bagaimana pengalaman banyak usia muda memiliki rumah, mungkin bisa termotivasi dan memantapkan hati.


Jika butuh rumah yang sesuai dengan jati diri, nih loh tipe rumah yang gua banget, tipe rumah yang mencerminkan pribadi kamu. Coba deh pilih-pilih, cari tau brosurnya, cari tau informasi kemudahan program pembiayaannya, mungkin sesuai dengan kemampuan kamu.


Kini saatnya yang punya rumah generasi muda

Hanya di Wiraland.com harga terjangkau apa adanya

sudah dapat rumah mewah


Nomor hotline:
085297275999; 082362628888; 085373008800; 08116316008,

atau

Kunjungi marketing office-nya.


Terimakasih sudah baca hingga akhir, semoga bermakna untuk menambah wawasan bersama. Assalamu'alaykum pembaca.


Posting Komentar

5 Komentar

  1. panjang sekali ulasannya ya pak, jadi pengen liat-liat langsung rumah di mayfair wiraland

    BalasHapus
    Balasan
    1. lihat lihat aja dulu mana tau jodoh ama salah satu type rumah di Mayfair

      Hapus
  2. rumahnya mewah konsep minimalis sepertinya. Cakep dan suka type rumah seperti ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. urusan tipe rumah memang tergantung selera masing-masing, tapi tipe rumah di sini bagus bagus, kemarin aja liat tipe Vanda tata letak perabok efisien

      Hapus
  3. Bener-bener meresapi sekali pak Yoga mereview rumah ini, terharu.

    BalasHapus

(〜 ̄△ ̄)〜

Hai kamu pembaca setia blog saya, jika ingin komentar sebagai akun google pastikan blogger profile kamu sudah disetting bagus ya, atau lebih baik menggunakan name/url. Jangan anonim dong, biar mudah blogwakingnya.
Karena jika komentar kamu menjadi broken link, mohon maaf untuk saya hapus dan tidak saya tampilkan di kolom komentar.
SPAM, WAR COMMENT auto delete.

Salam Hangat . . .