Salam Kenal, Saya Adalah Secangkir Kopi Kamu . . .

Jika ada seseorang yang datang padamu dan bertanya apa yang kamu pikirkan tentang kopi? Mungkin beberapa di antaranya akan mengatakan bahwa kopi itu hitam dan pahit, kopi itu hanya untuk mereka para orang tua, kopi itu hanya dibutuhkan untuk penghilang rasa kantuk. Tunggu sebentar, jika kamu pernah berkenalan dengan secawan kopi dan tidak begitu berkesan di sesapan pertama. Mari kita ulang perkenalan dengan hangatnya jabat tangan pada secawan kopi ini yang begitu ramah.

apa itu kopi

Sama halnya seperti para manusia dengan tipe dan karakter yang berbeda, kopi juga punya karakter rasa yang berbeda tergantung dari mana kopi tersebut berasal. Lingkungan tempat mereka tumbuh menjadi buah kopi yang ranum, akan mencerminkan aroma dan rasa di tiap kopi. 


Berkaca pada dunia, kopi tumbuh dibalik berkembangnya sejarah-sejarah besar di dunia. Bahkan tumbuhnya sejarah, dari sanalah kopi berkembang dan meluas. Kopi di daerah Yaman, juga kopi di daerah-daerah Eropa menjadi fenomenal pada abad ke 15 sampai sekarang ini. Untuk pertama kalinya pada saat itu kopi dibudidayakan, kopi yang dibudidayakan ini dari jenis arabika. Sampai sekarang jenis kopi arabika dibudidayakan di seluruh dunia, diperkiraman mencapai 70% dari seluruh jenis kopi.


Arabika VS Robusta

Kopi jenis arabika merupakan jenis yang banyak incar di dunia kopi. Tempat tumbuh jenis arabika idealnya pada ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut. Di bawah ketinggian tersebut, jenis arabika tidak bisa tumbuh dengan baik. Biji kopi jenis arabika ini akan tumbuh dengan baik di udara sejuk, seperti di dataran tinggi daerah tropis dan juga seperti di atas tanah yang subur sekitaran gunung berapi.


Kopi jenis robusta hadir setelah arabika, lebih gahar karena bisa tumbuh di bawah 1000 meter di atas permukaan laut. Tidak gampang sakit karena hama dan panennya lebih banyak. Namun kopi jenis robusta tidak sebanding cita rasanya dengan kopi jenis arabika. Kadar kafein robusta pun lebih tinggi, jenis arabika hanya mengandung 1% kafein sedangkan jenis robusta mengandung 2% kafein untuk setiap berat yang sama.


Beda Asal, Beda Rasa

Kedai kopi ternama seperti Starbucks ternyata memiliki manajemen penggolongan kategori biji kopi yang terbilang terlalu melebar. Tiga regional mewakili biji kopi dunia yaitu semenanjung Arab dan Afrika, Amerika Latin dan Asia Pasifik. Nyatanya, pembagian kopi berdasarkan wilayah tidak sesederhana kelihatannya.


Mengacu pada uniknya geografis negara Indonesia, kopi yang tumbuh di tanah Indonesia menciptakan kopi yang lebih ragam variasi rasanya. Kopi Indonesia masuk dalam wilayah Asia Pasifik dan memiliki ragam jenisnya, seperti kopi arabika sumatera lintong, mandailing, sumatera gayo, toraja, dan jenis arabika jawa lainnya. Penggolongan tersebut tidak dapat mewakili jenis kopi yang tumbuh di tiap negara. Beda wilayah, berbeda kontur tanah, beda juga culture penanaman, maka berbeda pula cita rasa kopi yang hadir. 


Seperti di sumatera utara sendiri, merupakan daerah yang terkenal dengan jenis kopi arabikanya. Namun, percaya atau tidak, walau terbilang masih satu wilayah, Arabika Janji Maria Tobasa dan Arabika Samosir Ronggur Nihuta memiliki karakter rasa yang berbeda. Kebiasaan penanaman kopi, lingkungan sekitar tanam kopi, membuat mereka; biji-biji kopi punya rasa tersendiri berdasarkan wilayah.


Berikut berawal dari perbedaan wilayah, lalu bagaimana satu wilayah yang sama, namun metode ataupun jangka waktu saat pengeringan juga dapat mempengaruhi konteks rasa dari biji-biji kopi. Nantinya ketika biji kopi itu dibakar dan mengeluarkan bau harum, mereka; biji-biji kopi akan menunjukkan identitas diri berdasarkan wilayahnya.


Karakter kopi

Tanaman kopi sangat sensitif terhadap lingkungan tanam, khususnya jenis kopi arabika. Lingkungan tanam kopi, misalnya sekitaran kopi ditanam tanaman lain selain kopi, perihal itu dapat mempengaruhi kerakter rasa.


Kualitas biji kopi hal yang sangat penting menentukan rasa sajian kopi yang dihasilkan. Indikasi pada umumnya untuk menentukan rasa sajian kopi terdapat 3 karakter;


Karakter pertama; Keasaman

Bagi penikmat kopi, keasaman atau asiditas adalah karakter yang dapat membangkitkan sensasi rasa lebih bergairah di bagian tepi lidah. Keasaman kopi itu pun, dalam hal tingkatan yang rendah, karena jika tingkat keasaman tinggi sajian kopi tidak akan terasa nikmat lagi.

Tingkat keasaman kopi ditentukan oleh beberapa faktor; tempat tumbuh tanaman kopi dan pengelolahan kopi. Kopi di dataran tinggi dengan kaya kadar mineral gunung berapi akan memiliki tingkat keasaman yang tinggi. Terkait pengelolahan kopi, jika biji kopi yang diolah secara basa memiliki tingkat keasaman lebih tinggi daripada diolah secara kering. Pada tahap pemanggangan biji kopi, tingkat keasaman juga dapat dipengaruhi dari jenis pemanggang dan metode memasak.


Karakter kedua; Aroma

Aroma pada secawan kopi akan mempengaruhi rasa yang akan singgah di lidah. Senyawa volatil inilah yang berperan menstimulus indera penciuman, sebelum disesap dan sesudah disesap. Senyawa volatil secara berangsur memberikan stimulus aroma terhadap indera penciuman penikmat kopi. Perlu analisis yang akurat untuk berkenalan melalui aroma.


Karakter ketiga; Body

Bagaimana dengan karakter body kopi, untuk mendapatkan secara pasti body kopi, umumnya kopi setelah disesap akan ditahan di lidah dan menggosokkannya dengan langit-langit mulut. Kopi yang dipanggang secara medium dan pekat, akan memiliki body yang lebih berat dibanding dengan kopi yang dipanggang ringan.


Sudahkah kamu berkenalan dengan secawan kopimu hari ini?

Baca juga cerita kopi saya lainnya

Posting Komentar

1 Komentar

  1. Dari dulu pengen gitu nongki di coffeshop tapi sayang, punya penyakit lambung, apapun itu gabsa, mau arabika torabila coffe luwak, semua gabisa, mala naik asem lambungnya

    BalasHapus

(〜 ̄△ ̄)〜

Hai kamu pembaca setia blog saya, jika ingin komentar sebagai akun google pastikan blogger profile kamu sudah disetting bagus ya, atau lebih baik menggunakan name/url. Jangan anonim dong, biar mudah blogwakingnya.
Karena jika komentar kamu menjadi broken link, mohon maaf untuk saya hapus dan tidak saya tampilkan di kolom komentar.
SPAM, WAR COMMENT auto delete.

Salam Hangat . . .