Proses Melahirkan Menggunakan BPJS di Rumah Sakit Medan

Melahirkan menggunakan BPJS Kesehatan di Medan, dari Proses Persyaratan Persalinan dengan BPJS KIS dan Cara Buat BPJS Kesehatan untuk Calon Bayi di Medan. BPJS Kesehatan JKN KIS merupakan Badan Hukum yang dinaungi langsung oleh Pemerintah bertanggung jawab mewujudkan jaminan kesehatan yang berkualitas tanpa diskriminasi dengan misi [1] memberikan layanan terbaik kepada peserta dan masyarakat, [2] memperluas kepesertaan program jaminan kesehatan mencakup seluruh penduduk indonesia, dan [3] bersama menjaga kesinambungan finansial program jaminan kesehatan. Kalau ini sih saya kutip dari laman resmi BPJS nya, singkatnya yang paling gampang dimengerti BPJS itu berobat gratis untuk masyarakat Indonesia, kalau masyakart negara lain ya gak boleh pakai.
sumber:



Blogger Medan | Siapa sih yang tidak heboh menyambut kelahiran anak pertama, apa ada orang tua yang tidak heboh menyambut anak pertama, ya sayalah orangnya. Saya sih tidak terlalu heboh, yang heboh itu istri saya, saya percayakan semuanya kepada istri tercinta segala persiapan menyambut kelahiran anak pertama. Bukan karena tidak ingin heboh bersama, bukan karena sebagai suami kurang persiapan, bukan karena males cari tau persiapan apa saja, kan udah ada istri yang siapin kelahiran, suami bisa siapin hal lain. Berikut adalah kalimat alasan seorang suami yang tidak mencari tau persiapan apa saja yang perlu dipersiapkan, jangan ditiru ya para bapak muda sekalian. Menyiapkan kelahiran bersama-sama pasti akan semakin seru, yang jomblo gak percaya, makanya menikah pasti senyum-senyum sendiri.

balik ke daftar isi

Perbedaan BPJS Kesehatan


Perbedaan BPJS Kesehatan dan JKN-KIS serta BPJS Ketenagakerjaan. BPJS Kesehatan terbagi dua jenis, BPJS Mandiri perorangan dan BPJS Perusahaan, BPJS Kesehatan adalah kepanjangan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan bertugas menyelenggarakan jaminan kesehatan untuk masyarakat Indonesia yang dikelola oleh PT ASKES (PERSERO) bertanggung jawab langsung atas ketetapan Pemerintah. JKN-KIS adalah Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat merupakan program yang dikeluarkan oleh BPJS Kesehatan sebagai bentuk tanggung jawab mewujudkan program kesehatan kepada masyarakat Indonesia. Singkatnya, BPJS Kesehatan adalah badan yang menjamin kesehatan masyarakat dengan meluncurkan program JKN-KIS sebagai program langsung untuk melayani masyarakat Indonesia. BPJS Mandiri Perorangan adalah layanan yang diberikan BPJS oleh masyarakat Indonesia sebagai peserta perorangan yang mendaftarkan dirinya secara mandiri, umumnya iuran bulanan BPJS Mandiri Perorangan disesuaikan dengan kelas BPJS ketika mendaftar. BPJS Perusahaan adalah layanan yang diberikan BPJS oleh perusahaan di Indonesia sebagai peserta perusahaan yang memberikan fasilitas jaminan kesehatan kepada para pekerjanya, iuran BPJS Perusahaan ditanggung oleh perusahan dan sebagiannya oleh pekerja dihitung dari gaji per bulannya. Iuran pastinya saya tidak menuliskannya, karena sewaktu-waktu kebijakan BPJS bisa berubah sesuai ketetapan presiden.

BPJS Ketenagakerjaan merupakan program yang diluncurkan oleh PT Jamsostek (Persero), tugasnya untuk memberikan perlindungan kepada tenaga kerja Indonesia, dan fungsinya melingkupi Jaminan Hari Tua, Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Pensiun. Secara mudahnya untuk memahami, BPJS Kesehatan adalah jaminan kesehatan tanpa terkecuali, sedangkan BPJS Ketenagakerjaan adalah perlindungan kecelakaan kerja dan jaminan hari tua. Kesamaan BPJS Kesehatan dengan BPJS Ketenagakerjaan, kedua memiliki iuran bulanan, sehingga untuk memanfaatkan fungsi dan jaminan dari kedua BPJS masyarakat dikenakan iuran setiap bulannya.

balik ke daftar isi

Syarat Menggunakan BPJS


Prosedur Syarat Melahirkan Menggunakan BPJS Kesehatan/KIS di Rumah Sakit
  • Surat Rujukan Dari Faskes
  • Fotokopi kartu BPJS Kesehatan/KIS
  • Fotokopi KTP

Persiapkan masing-masing 10 lembar, lebih baik berlebih daripada kurang, saya perbanyak 5 lembar ternyata kurang untuk segala keperluan. Syarat ini saya dapatkan setelah menanyakan bagian informasi di Rumah Sakit Islam Malahayati, tapi ada baiknya membawa berkas lain seperti fotokopi kartu keluarga, bukti usg dari faskes jika ada, dan dokumen pendukung lainnya. Peraturan BPJS kita tidak tahu sampai kapan berlakunya, mungkin saja persyaratan dari tahun ke tahun berubah.

balik ke daftar isi

Melahirkan Menggunakan BPJS


Prosedur melahirkan menggunakan BPJS Kesehatan/KIS di Rumah Sakit. Sebenarnya wacana untuk lahiran di rumah sakit menggunakan BPJS Kesehatan/KIS hanyalah sebatas rencana cadangan, persiapan saya dan istri lebih mempersiapkan lahiran di klinik saja. Karena beredar isu, bahwa perawat bayi di rumah sakit tidak sabaran dan langsung inisiatif kasih susu formula, bersyukurnya perawat di rumah sakit islam malahayati sangat ramah dan pro asi. Di lain kesempatan, saya akan cerita tentang lahiran di rumah sakit islam malahayati.

balik ke daftar isi

Lahiran Normal BPJS


Ternyata melahirkan secara normal ditanggung juga kok oleh BPJS Kesehatan, tapi gak tau deh peraturan baru kedepannya apakah ada perubahan atau tidak. Itu hari di bulan agustus 2019, ketika masa pengurusan prosedur dan syarat untuk lahiran sc di rumah sakit menggunakan BPJS Kesehatan, saya bertanya perihal lahiran normal dengan BPJS kepada petugas BPJSnya. Kata si mbak petugas BPJSnya bisa kok, hanya saja ada beberapa syarat dari BPJS dan mungkin juga syarat lahiran normal dari pihak rumah sakit, maka ada baiknya harus dicari tau terlebih dahulu di rumah sakit dan bertanya langsung ke petugas BPJSnya, biar informasinya gak membingungkan.

Kalau kata mbaknya sih, syarat umum dari rumah sakit untuk lahiran normal itu, seperti ini;

  • si ibu yang hamil harus sudah bukaan 8, kalau belum bukaan 8 pihak rumah sakit akan mempersilahkan pulang ke rumah, agar bukaan ibu mencapai bukaan 8 barulah membawa ibu ke rumah sakit. (tapi informasi ini harus dipastikan lagi, di rumah sakit atau pun dengan pihak BPJSnya ya)
  • lengkapi dokumen yang ada dari mulai fotokopi tanda pengenal, fotokopi kartu keluarga, fotokopi kartu BPJS, dan dokumen lainnya (lebih baik mempersiapkan segala kebutuhan untuk kemungkinan yang tidak terduga)

Semoga membantu ulasan singkat tentang lahiran normal menggunakan BPJS kesehatan, jika ada yang punya pengalaman istri atau pun keluarga yang pernah melahirkan normal di rumah sakit menggunakan BPJS Kesehatan, mari saling berbagi kisah.

balik ke daftar isi

Surat Rujukan BPJS


Surat Rujukan BPJS Kesehatan/KIS untuk Lahiran Caesar. Cara mengurus surat rujukan untuk BPJS Kesehatan ternyata mudah, isu yang beredar bahwa syarat rujukan BPJS kesehatan ribet tidak semua seperti itu. Semoga sistem rujukan BPJS terbaru dan peraturan rujukan BPJS terbaru semakin memudahkan peserta BPJS kesehatan. Kalau saya itu hari mudah saja minta surat rujukan di klinik terdaftar, walau pun sedikit ribet karena berbeda informasi. Menurut dokter umum yang ada di klinik, untuk lahiran tidak perlu surat rujukan langsung datang saja ke rumah sakit, namun bagian informasi dari pihak rsi malahayati harus menggunakam rujukan.

Saya menyimpulkan dari informasi yang saya kumpulkan, untuk lahiran normal menggunakan bpjs tidaklah perlu surat rujukan asalkan si ibu pernah berobat di rumah sakit tersebut namun dalam keadaan terdesak di rumah sakit mana pun bisa saja ketika lahiran sudah bukaan 8. Nah, lain soal jika lahiran caesar memang harus melampirkan surat rujukan dan harus tercatat rekam medis periksa kandungan di rumah sakit tersebut. Prosedur ini yang kami lakukan, walau pun telah periksa kandungan di praktek dr spesialis obgyn, untuk memenuhi prosedur kami memeriksa kandungan di rsi malahayati terlebih dahulu. Rencana cadangan berubah jadi rencana utama, setelah di trisemester akhir kami dianjurkan oleh dr spesialis obgyn harus lahiran caesar, sedikit terkejut padahal awalnya normal-normal saja, karena satu dan lain hal kami pun menjalankan rencana cadangan menjadi rencana utama.

balik ke daftar isi

Cara Urus BPJS


Cara Menguru BPJS Kesehatan Mandiri pindah ke BPJS Kesehatan Perusahaan. Cara pindah kepesertaan BPJS Mandiri menjadi BPJS Perusahaan terbilang mudah, bahkan untuk mendaftar BPJS baru juga tidak sulit. Persoalan yang saya hadapi mungkin juga sering dihadapi oleh banyak pasangan pengantin baru, yang ingin memindahkan kepesertaan BPJS Mandiri istri menjadi tanggungan BPJS Perusahaan suami.

Syarat pindah BPJS Mandiri istri ditanggung ke BPJS Perusahaan suami, mudah berikut prosedurnya

  • Fotokopi kartu keluarga
  • Menentukan faskes untuk bpjs istri
  • Hubungi HRD perusahaan atau divisi yang mengurus BPJS Kesehatan Perusahaan
  • Setelah berkas diterima, status kepesertaan otomatis akan berpindah setelah masa tunda beberapa hari

Hanya saja, persoalannya BPJS Kesehatan yang berbasis online mengambil data penduduk secara online melalui dukcapil. Data kartu keluarga saya di dukcapil malahan tidak terdata, masih status jomblo padahal kartu keluarga sudah dikeluarkan oleh dukcapil. Alhasil, sistem BPJS Kesehatan tidak bisa memasukkan data BPJS Kesehatan Mandiri Istri ke BPJS Kesehatan Perusahaan suami sebelum data dukcapil diperbarui. Akhirnya, aku mengurus terlebih dahulu data ke dukcapil, dan iseng melanjutkannya ke kantor BPJS Kesehatan di Medan, ternyata bisa. Saya kira, BPJS perusahaan harus selalu berhubungan dengan perusahaan, karena itu hari HRD agak sibuk saya mengurusnya sendiri ke kantor BPJS Medan, gampang dan gak ribet.

balik ke daftar isi

Pengalaman Persiapkan Lahiran Caesar


Pengalaman Persiapkan Lahiran Kami di Rumah Sakit Islam Malahayati dengan BPJS Kesehatan
Nah, tadi itu pengantarnya kali ini cerita pengalaman mempersiapkan lahiran di RSI Malahayati, hai calon para bapak muda yang buncit sebelum waktunya, kita harus sepakat terlebih dahulu bahwa lahiran itu bukan hanya istri tapi suami juga harus tetap mendukung dan selalu ada saat istri kalian membutuhkan suaminya. Karena beberapa ibu-ibu muda akan mengalami guncangan hebat mendekati lahiran, ada yang takut melahirkan, ada juga ibu muda yang merasa kurang diperhatiin suaminya menjelang lahiran, dan banyak lagi. Mendekati lahiran perasaan para ibu muda memang sensitif, jadi.... hai kamu bapak-bapak muda yang hobinya main game, harus tahan dulu main gamenya kamu lagi dibutuhin tuh ama istri kamu.

Awalnya saya dan istri, kami tidak ada kepikiran untuk lahiran di rumah sakit, karena ketika periksa kandungan normal-normal saja, posisi kepala dek bayi di pinggul si ibu, cairan ketuban pun cukup untuk si bayi berenang-renang di dalam rahim ibu, dan kondisi lainnya normal saja. Tapi tidak setelah 4 minggu mendekati hari prediksi lahir, eh si dokter bilang harus lahir sc, istri terguncang, saya pun terguncang ya tapi ya berusaha pasang tampang tegar fitrahnya bapak-bapak, yang bapak bapak pasti paham. Dan singkat cerita kami pun mengurus rencana cadangan menjadi rencana utama. Dengan bermodalkan tanya teman istrinya juga lahiran menggunakan BPJS, dan tanya langsung ke bagian informasi rumah sakit. Karena ada informasi yang masih kurang jelas itu hari, apakah calon adek bayi harus dibuatkan kepesertaan BPJS kesehatan sebelum dia lahir atau tidak, perlukah surat rujukan untuk lahiran di rumah sakit atau tidak.

Saya pun mengurus surat rujukan ke klinik yang terdaftar dengan BPJS Kesehatan, walau pun sebelumnya BPJS Istri masih mandiri dan sudah saya urus ke BPJS Perusahaan ikut kepesertaan saya, lengkapnya nanti saya akan cerita tentang yang satu ini, janji deh. Surat rujukan pun sudah dibuat, awalnya si dokter umum agak kebingungan untuk membuatkan diagnosanya di surat rujukan, apakah karena sistem BPJS Kesehatan yang membingungkan atau si dokter yang gak ngerti, tapi yasudahlah yang penting beres.

Surat rujukan sudah di tangan, 3 minggu mendekati hari prediksi lahir, kami pun memeriksa kandungan ke RSI Malahayati, setelah melihat jadwal dokter dan memilihnya berdasarkan rekam jejak digital akhirnya kami putuskan untuk periksa dengan si dokter kuncir (karena styilenya kunciran lupa namanya), karena jika periksa pertama dengan si dokter A tentu ketika lahiran juga dengan si dokter A, tidak mungkin dengan si dokter B, jarang sekali terjadi. Periksa kandungan ini dilakukan sebagai syarat, ingin melahirkan di rumah sakit harus ada rekam jejak medis di rumah sakit tersebut, jika tiba-tiba datang ketika genting harus lahir di waktu itu juga, bapak sekalian akan diribetkan dengan berkas ini itu, ke sana sini  untuk lengkapi berkas dan keperluan lainnya, sementara bapak harus ada mendampingi ibu ketika masa pemulihan setelah lahiran.

Hari H pun telah tiba, cerita ini dipersingkat biar gak kelamaan, periksa kandungan dengan dokter kuncir sudah 2 kali kelang seminggu, kemudian penentuan tanggal operasi, H-7 periksa darah H-1 saya antar istri ke ruang inap untuk menunggu besoknya dioperasi. Tentu perasaan saya dari malam hingga selesai operasi campur aduk, ibarat di suruh minum jus pokat yang dicampur sambel geprek bensu, khawatir, takut, bingung, semua jadi satu.


Tepat jam 10:12 dek bayi lahir dengan sehat, ibunya sehat, bapaknya kurang sehat karena kurang tidur. Baru saja lahir, saya hanya melihatnya di tikungan lorong rumah sakit, karena saya harus mengurus kepesertaan BPJS Kesehatan untuk bayi yang baru lahir, pihak rumah sakit yang urus, saya hanya melengkapi berkasnya dan menandatangi beberapa dokumen. Berarti tidak perlu khawatir jika bpjs bayi belum diurus, baru lahir bapak juga bisa mengurus BPJS Kesehatan dibantu pihak rumah sakit. Semoga artikel ini membantu bapak ibu yang sedang mencari informasi tentang lahiran menggunakan BPJS, dan perlu diingat jika lahiran normal menggunakan BPJS di rumah sakit atau pun umum, pihak rumah sakit akan menjalankan prosedur lahiran jika sudah bukaan 8, jika belum si ibu akan disuruh pulang dulu hingga bukaan 8 baru disuruh datang kembali, jadi bukan ditolak hanya saja kita kan tidak pernah tahu lama atau sebentar jarak bukaan itu. Mungkin nanti ada ulasannya juga di blog istri saya, semoga bermanfaat ulasan singkat ini, saya tunggu jejak komentar kamu tentang tulisan melahirkan menggunakan bpjs kesehatan.


Posting Komentar

7 Komentar

  1. wah, saya juga lahiran pakai bpjs waktu itu. etapi, setau saya kalo lahiran normal gak bisa pakai bpjs deh..

    kalau di medan bisa kah?

    BalasHapus
  2. Selamat ya atas kelahiran ananda tercinta... Rada ribet juga ya ngurusin bpjs.. Suka ga sabar ngurusin dan ngantrinya tu looh.. Sy prnh pk bpjs tp untuk pengobatan oprasi juga.. Duh ribet kesana kemarinya.. Blom ngantri urusan admin.. Trus mo daftar juga subuh" jam 3 udah harus di rumah sakit supaya dpt nomor antrian soalnya pasien bpjsnya dibatasi.. Tp syukurnya bs kebantu jg ya....

    BalasHapus
  3. Lengkap betoool. Ini bisa jadi pengalaman tambahan untuk kami kelak

    BalasHapus
  4. BPJS sangat membantu sebenarnya meski agak ribet dengan administrasi rujukan.

    Selamat atas kelahiran babynya yh

    BalasHapus
  5. wah iya, aku juga punya bpjs membantu banget emg.. sehat trus ya :)

    BalasHapus
  6. Saya belum pernah nyobain pakai BPJS. Sepertinya memang perlu berepot-repot sedikit ya. Meski dibantu oleh pihak RS, tetap saja kitanya kalau gak ngerti jadi ribet.

    BalasHapus
  7. Berarti nama debaynya harus segera dipersiapkan juga ga bang kalau begitu lahiran langsung buat bpjs?

    Btw aku nunggu info gimana cara ngubah bpjs mandiri jadi ikut perusahaan ya bang, ehehehe 😅

    BalasHapus

(〜 ̄△ ̄)〜

Hai kamu pembaca setia blog saya, jika ingin komentar sebagai akun google pastikan blogger profile kamu sudah disetting bagus ya, atau lebih baik menggunakan name/url. Jangan anonim dong, biar mudah blogwakingnya.
Karena jika komentar kamu menjadi broken link, mohon maaf untuk saya hapus dan tidak saya tampilkan di kolom komentar.
SPAM, WAR COMMENT auto delete.

Salam Hangat . . .