Parenting Blogger Indonesia Tips Jadi Mom Blogger Inspiratif

Ingin menjadi Mom Blogger memiliki blog parenting, mengulas kebutuhan keluarga dan kesehatan anak, berikut tips menjadi Parenting Blogger Indonesia inspiratif. Semoga artikel tentang pembahasan blog family ini, berguna bagi yang ingin memulai menjadi seorang mama blogger.

Mom parenting influencer indonesia adalah seorang ibu yang memiliki banyak pengikut di jejaring media sosial dan senantiasa membagikan inspirasi informasi seputar pengasuhan anak. Umumnya para mama selebgram, atau mom youtuber memiliki pengaruh atas konten yang mereka bagikan.

Pakar parenting indonesia berbeda dengan seorang blogger parenting, umumnya pakar pengasuhan memiliki segudang informasi pendidikan anak dari pengalaman dan teori akademis atau pun dari program pelatihan menjadi orang tua.

Artikel Relevan baca juga
Ingin menjadi Travel Blogger Nasional yang terkenal?
Ingin menjadi Beauty Blogger Nasional yang sukses?


Artikel Relevan baca juga
Ingin Tau Sejarah Hari Blogger Indonesia?
balik ke daftar isi

Sejarah Parenting Blogger

Kapan tren blog parenting dimulai? Pertanyaan yang menggiring saya untuk mencari banyak literasi berkaitan sejarah sejak kapan tren parenting blogger menyebar.

Tahun 2002 ketika abad digital layaknya sebuah industri yang semua instansi raksasa berlomba untuk meluncurkan produk digital mereka, di tahun ini tren blogging seputar parenting bermula.

Mommy blogger, Melinda Roberts dikenal sebagai mama blogger populer pada tahun 2000an mengelola blog themommyblog.com membahas tentang menjadi seorang ibu dan pengalaman mengasuh anak.

Saya yakin pun sekitar tahun 2002 banyak sekali blogger bermunculan dengan niche parenting di negara-negara lain.

sumber: history mom blogger

balik ke daftar isi

Apa Itu Parenting Blogger

Parenting blogger adalah seorang blogger yang secara rutin mengelola blog mereka, mengulas tentang pembahasan pengasuhan anak dari pengalaman mau pun secara teori. Menulisnya di sebuah wadah online yang sering dikenal dengan blog atau pun webblog.

Beberapa parenting blogger yang terdiri dari mommy blogger dan daddy blogger, umumnya memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Dari mulai praktisi ilmu parenting seperti ahli psikolog anak, dokter anak, dan profesi lainnya, tapi banyak juga seorang parenting blogger yang berangkat dari pengalaman pribadi mengasuh anak dari sudut pandang sebagai orang tua.

balik ke daftar isi

Arti Menjadi Parenting Blogger

Arti parenting blogger adalah berbagi pengalaman tentang mengasuh anak, dari mulai tips kesehatan untuk keluarga dan anak atau pun ulasan tentang produk untuk keluarga dan anak. Parenting blogger memiliki peran penting di era digital saat ini, antara lain;

Referensi second opinion para ibu era digital

Masih banyak para ibu yang khawatir ketika dihadapkan sebuah pilihan, semisal apakah si bayi baru lahir langsung didaftarkan ke sekolah atau tidak. Maka perlu referensi untuk para ibu, tapi referensi yang bermanfaat tentunya.
Serasa lebih bermanfaat aja sih hidupnya,  ketika tulisan kita dibaca dan bermanfaat utk banyak orang,  jadi ada rasa kesenangan tersendiri ketika bs berbagilet tulisan. Jannah Tambunan.

Berbagi Ilmu dari Pengalaman

Pengalaman orang lain tentu berharga untuk diketahui bahkan menjadi ilmu, apa lagi tentang pengalaman mengasuh anak, sebabnya copywrite minyak kayu putih cap elang seperti ini "buat anak kok coba-coba". Semacam ada kehati-hatian, kalau berurusan tentang pengasuhan anak, maka belajar dari pengalaman orang lain bisa membuka wawasan.

Menjadi seorang parenting blogger bermakna bahwa menjadi orangtua itu harus ada ilmu, maka ilmu yang aku punya inilah yang berusaha aku bagikan pada orangtua zaman now. Ilmu jadi orangtua ini pun lama, anak bertumbuh maka orangtua pun bertumbuh pula. Untuk itu selamatkan diri sendiri dulu, dengan fokus memperbaiki kualitas diri agar jadi pasangan dan orangtua terbaik bagi anak. Nurul Fauziah.

Memotivasi para Mom dari Tulisan

Faktanya banyak para mom yang butuh motivasi, ketika iya merasa menjadi ibu rutinitasnya membunuh produktifitas, bahkan motivasi dari sang suami tidak kunjung datang, suami pulang kerja langsung tidur. Dengan siapa para ibu harus mengobrol ketika suami pulang kerja kurang pengertian, nah lewat blog kita bisa memotivasi para mom.

Menjadi parenting blogger bagiku itu adalah berbagi pengalaman dan hal-hal yang aku alami yang mungkin saja ada ibu-ibu di luar sana yang lagi mencari tahu tentang itu. Memberi informasi, sekaligus bercerita dari sudut pandang ibu2 lain dan memberi semangat dan dukungan kepada ibu2 pembaca blogku. Windi Teguh.

balik ke daftar isi

Tips Menjadi Parenting Blogger Indonesia bagi Pemula

Bagaimana menjadi parenting blogger indonesia bagi pemula? Pertanyaan ini mungkin sering kali dicari di mesin pencari google, dan semoga tips yang saya simpulkan ini bermanfaat untuk kamu yang sedang punya rencana ingin menjadi parenting blogger.

Punya Blog Dulu, Udah Bikin Blog Belum?

Ingin mulai tentunya harus punya blog dulu, kamu bisa memulainya dengan blog gratisan, atau mau langsung menggunakan domain berbayar yah silahkan. Intinya punya blog dulu, kalau belum buruan langsung daftar.
Untuk menjadi parenting blogger itu syaratnya mudah : punya blog, lalu menulis tentang parenting. Itu aja sih. Windi Teguh

Pahami Pola Pikir Parenting yang Sesungguhnya

Ubah pola pikir kamu yang mungkin masih menganut pola pikir zaman batu tentang parenting.
Ubah mindset. Belajar jadi orang tua itu penting, hempaskan pola pikir bahwa gak perlu lah belajar, nanti juga tau sendiri ilmunya, zaman dulu orang tua kita gak belajar tapi anaknya berhasil. Nah mindset begitu harus dihempaskan atau mindset, istri ajalah yg belajar, suami cukup cari nafkah. Gaes, anak itu usaha berdua loh, maka mengasuhnya berdua. Apalagi yg pertama ditanya tentang keluarganya di akhirat adalah suami ( seorang ayah). Nurul Fauziah

Banyak Membaca Biar Perspektif Semakin Luas

Untuk memperkaya wawasan tentang dunia parenting, tentu kamu harus memiliki banyak sumber, dan umumnya sumber tersebut dari apa yang kamu baca.

Tipsnya banyak membaca, mau belajar dari siapa saja, termasuk dari pengalaman orang di sekeliling kita. Jadi parenting blogger itu banyak tantangannya, karena banyak sekali mitos yang beredar di lingkungan kita iniπŸ˜‚ Jannah Tambunan
Kalau kata Nurul Fauziah
Catat ilmu dengan menulis dan membagikannya, lebih penting lagi di praktikkan. Nurul Fauziah

Belajar, Belajar dan Belajar sisanya . . . Belajar

Eh tau gak, menjadi orang tua itu gak putus loh belajarnya, bukan berarti ketika anak sudah tumbuh dewasa kamu berhenti belajar menjadi orang tua. Menjadi orang tua itu terus belajar loh, bahkan ketika anak sudah menikah, kamu juga harus belajar menjadi seorang ibu/ayah untuk anak dan untuk menantumu. Keren kan . .
Belajar ke ahli parenting. Kalau aku dari sekian banyak guru parenting, lebih memilih belajar ke @roemakemak dengan emak safithri, aku sarankan ikut kelas self healing dulu, baru kelas komunikasi pasangan suami istri lanjut ke kelas komunikasi Pengasuhan anak. Ikut IG @okinaf, baca buku Enlightening Parenting. Nurul Fauziah

Mulailah Menulis dan Pertahankan Semangat Berbagi secara Konsisten

Mulai aja dulu, jangan banyak mikir apakah tulisan kamu akan bermanfaat atau tidak, percayalah sekecil apa pun hal yang kamu bagikan, bisa jadi ibu-ibu di luar sana sangat beruntung menemukan blog kamu.
Tulis apa adanya. Tidak usah menulis untuk mendapatkan tepuk tangan atau apresiasi berlebih. Menulislah dengan tujuan agar orang lain terbantu dengan tulisan kita. Terbantu itu bisa berupa memberi informasi, memberi pengetahuan baru, meberikan pengalaman kita, atau memberi semangat kepada ibu-ibu lain. Windi Teguh
Jika menulis karena ekspektasi yang berlebihan, kamu akan mengalami kebuntuan, kamu akan hilang arah akhirnya tidak semangat lagi untuk menulis, bahayakan. Makanya menulislah dengan ikhas ingin berbagi sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain.
Tetap semangat berbagi informasi, sekecil apapun, karena kita tidak akan pernah tau bagaimana tulisan-tulisan kita akan menemukan pembacanya dan bisa memberi pengaruh positif ke mereka. Windi Teguh

Jangan Memberikan Informasi yang Mengada-ada

Hanya karena kamu menulis sebuah produk atau ulasan dituntut harus bagus, atau karena tulisan kamu berbaya, bukan berarti kamu harus menulis yang bagus-bagusnya saja. Jangan menginformasikan hal yang menyesatkan ya..
Ini berlaku untuk blogger niche apapun sih. Karena sekarang ini blogger kan sering dijadikan media promosi untuk brand-brand ya. Nah jangan sampai karena dibayar kita jadi memberi informasi yang salah demi untuk menonjolkan keunggulan si produk tadi. Misalnya: menuliskan keunggulan susu formula dibanding ASI, atau menuliskan bahwa makanan instan adalah pilihan cerdas ibu masa kini, tentu ini tidak benar. Windi Teguh

Carilah Tema Tulisan yang Jarang Blogger Lain Ulas

Jadilah seorang blogger yang pinter cari peluang bukan karena ikut-ikutan, kalau blog kamu sudah bagus yang mudah menulis ikut tren, tapi kalau baru mulai langsung ikut-ikut tren blog kamu bakalan kalah saing dengan blogger terdahulu.
Parenting blogger itu banyak banget ya, nah biar tulisan kita atau blog kita punya nilai lebih, di samping menulis pengalaman pribadi, tulis juga hal-hal yang masih jarang ditulis atau malah topik yang paling sering dicari ibu-ibu. Tema tulisan seperti > daftar perelngkapan bayi baru lahir itu sudah banyak ditulis, maka kamu bisa ambil angle > daftar perlebgkapan bayi baru lahir yang tidak menguras kantong" Contoh lain yang menulis tentang perawatan bayi baru lahir sudah banyak, maka kamu bisa tulis > daftar dokter spesialis anak di kotamu. Ceritakan beserta pengalamanmu saat konsultasi dengan mereka misalnya. Windi Teguh

Menulislah berdasarkan Pengalaman maka akan Lebih Ramah
Masa iya sih menulis parenting tapi belum ada pengalaman mengasuh, minimal mengasuh adik sendiri pun bisalah. Intinya menulislah dengan pengalaman, agar tulisan lebih hidup dan ramah dengan pembaca.
Ibu-ibu baru itu cenderung mencari segala informasi dari internet, maka sebagai parenting blogger, kamu bisa memberi manfaat dengan memberikan informasi-informasi yang dibutuhkan mereka disertai dengan pengalamanmu. Windi Teguh

Pilih Tema Tulisan General, Jangan yang Memicu Debat Kusir

Jika ingin menulis karena cari sensasi, lebih baik urungkan niat kamu ingin menjadi seorang parenting blogger, karena peran seorang parenting blogger bukan hanya sekadar cari pembaca untuk blog kamu, hindari isu tulisan yang menyulut perdebatan.
Hindari menuliskan hal-hal yang berpotensi menyulut mom war, membandingkan anak, atau menjadi polemik tidak perlu. Contohnya menulis soal : "Kenapa anak sufor lebih rentan terkena penyakit dibanding anak Asi'. Daripada menulis begitu mending menulis  " Tips agar anak bisa tetap mendapat ASI bagi ibu bekerja' misalnya. Windi Teguh

balik ke daftar isi

Cara Review Produk untuk Anak di Blog

Bagaimana menulis review produk untuk Anak di Blog, berikut ini sedikit tips yang saya rangkum dari wawancara dengan teman-teman mom blogger.

Pelajari Produk Sebelum Mengulasnya

Apakah ulasan produk merupakan endorsement atau atas inisiatif pribadi karena manfaat produk yang kamu gunakan ingin kamu bagikan, tetap saja pelajari terlebih dahulu produk sebelum mengulasnya.
Selektif dengan produknya, sejauh ini produk anak yang aku ulas emang pada keren dan berkualitas semua dari sananya, Alhamdulillah. Nurul Fauziah
Kalau kata Jannah Tambunan.
Produk yang diulas adalah produk yang kita pakai. Untuk memudahkan dalam mengulas produk. Jannah Tambunan

Gunakan Produk Sebelum Menulisnya

Ingin mengulas produk tapi belum pernah digunakan, kok rasanya aneh yaa, pasti harus digunakan terlebih dahulu biar tidak hanya tulisan bohongan. Ingat, tulisan kita itu harus dipertanggungjawabkan loh, kalau tidak sesuai dengan produk.
Sebelum menerima tawaran job, kamu harus tanya dulu ke diri sendiri, produk ini memang bakal kamu berikan ke anakmu ngga? Kalau kamu aja ngga akan pakai, bagaimana mungkin kamu rekomendasikan ke orang lain. Selalu minta waktu untuk mencoba produk tersebut sebelum kamu menuliskannya. Aku selalu nyobain dulu produk-produk anak yang bakal ditulis atau direview di blog. Windi Teguh.

Menulis Ulasan Produk Secara Jujur dan Menarik

Jangan mengulas produk saja, tapi ulas dari segala hal informasi yang berkaitan dengan produk anak tersebut, semisal minyak kayu putih seperti apa sejarahnya, adakah mitos yang berkaitan dengan minyak kayu putih, dan hal-hal lain sekiranya yang kamu anggap menarik untuk diinfokan.

Kalau mereview produk anak itu ngga seperti mereview produk make up di mana kita bisa to the point langsung ngulas produknya. Sebaiknya diselipkan di cerita keseharian anak kita. Bisa juga kita hubungkan dengan masalah yang sering dikeluhkan ibu-ibu. Windi Teguh
Kalau kata Jannah Tambunan.
Menceritakan semua kelebihan dan kekurangan produk secara jujur,  ditakutkan jika itu kekurangan,  akan berimbas ke anak lain. Jannah Tambunan

Utamakan Kondisi Kesehatan Anak dan Mood Anak

Ini yang sering keliru, kadang kita mencoba produk untuk anak tanpa melihat kondisi kesehatan anak dan tidak menanyakan, apakah sih anak mau di foto untuk konten tulisan, atau bahkan malahan anak sebenarnya tidak mau produk tersebut tapi dipaksakan.

Utamakan kesehatan anak. Sebab tidak semua produk cocok untuk anak. (Jika itu endorsement, jangan terima semua produk,  jika kita sudah tau anak itu alergi. Jannah Tambunan
Kalau kata Nurul Fauziah
Lihat kondisi anak, kalau anaknya happy diajak buat konten baru aku eksekusi, biasa aku cerita dulu ke Khalil, di briefing dulu gitu anaknya haha. Nurul Fauziah.

Lain Anak Lain Pula Produk Sejenis

Sistem imun anak pasti berbeda-beda, bahkan kebiasaan dan kondisi anak juga berbeda, maka jangan menyama ratakan ketika merekomendasikan sebuah produk. Misalnya saja obat nyamuk tigaroda, punya copywrite "nyamuk sini cuman takut tigaroda" secara tidak langsung nyamuk tetangga belum tentu takut sama tigaroda. Eh, ini misal yaa, bukan berarti tigaroda itu produk makanan untuk anak.
Jujur, ini poin penting, bisa jadi produknya cocok di anakku belum tentu cocok di anak orang. Untuk produk susu, ini sangat menggiurkan, sebaiknya be professional jangan semua digarap, karena mempertaruhkan nama baik bloggernya. Nurul Fauziah

Foto Anak dan Foto Produk Menarik

Namanya juga produk untuk anak, jika diulas tanpa menyertakan foto anak beserta produknya ada yang aneh dong. Usahakan foto anak dan foto produk menarik, bahkan lebih menarik jika foto produk dan anak senatural mungkin, semisal foto produk makanan, anak lagi makan produknya, bukan foto kotaknya doang.

balik ke daftar isi

10 Blog Parenting Terbaik

Siapa pemilik blog parenting terbaik di Indonesia, jika kamu mencari informasi ini saya belum menulisnya dan belum luang riset nama-nama 10 blog parenting terbaik di Indonesia. Seorang mom blogger sudah pasti seorang ibu, seorang ibu belum tentu seorang mom blogger, tapi saya yakin tiap ibu adalah ibu terbaik untuk anak-anaknya.
Jika kamu ada rekomendasi blog parenting terbaik, tulis di kolok komentar ya . .

balik ke daftar isi

Mom Blogger Medan

Dimana para Parenting blogger di medan saling diskusi, kenalin dulu deh nih mom blogger di medan, temen sekomunitas saya, sudah pada kenal salah satunya?


Windi Teguh windiland.com

Sejak kapan kak windi tertarik menjadi blogger parenting? Apakah ada inspirasi yang membuatmu jadi seorang parenting blogger?
Jadi parenting blogger sejak anak pertama lahir, tahun 2013. Tujuannya sebenarnya hanya untuk mendokumentasikan cerita tentang kehamilan dan tentang anak. Karena setelah aku menikah dapat anak lama, hampir 5 tahun menunggu punya anak, jadi banyak banget yang mau diceritain. Dan dulu pengennya memang jadi semacam cerita perjalanan Tara (anankku) dari mulai di perut sampe dia gede ntar hahaha.
Adakah pengalaman kak windi yang paling berkesan selama menjadi parenting blogger?
Beberapa tulisanku yang paling bayak dikunjungi dan banyak banget yang DM, salah satunya tulisan tentang perjuangan mendapatkan buah hati. Ada beberapa tulisanku tentang ini. Salah satu judulnya "Kun Fa Ya Kun". Di situ aku cerita gimana aku yang dulu baper banget soal kehamilan, sampe sensian kalo ada orang yang nanya kenapa aku belum hamil, akhirnya sadar dan tercerahkan karena teori konspirasi yang kupikirkan sendiri 😁😁😁😁. Bikin teori sendiri kemudian bahagia sendiri. Link tulisannya ini : windiland.com/2012/03/misteri.html 
Di situ aku cerita, bahwa pada akhirnya aku sadar kelahiran anak itu ga hanya tergantung dari soal kesuburan, kualitas sperma si bapak, atau hal-hal yg dibilang banyak orang. Tapi lebih ke hak preogeratif Allah yang ada hubungannya dengan alam semesta dan nasib jutaan manusia di bumi yg saling kait mengkait. Siapa tau memang anakku belum waktunya lahir karena dia ntar bakal ketemu jodohnya yang lebih tua 5 thn dari dia misalnya. Lah sekarag si jodohnya itu aja belum lahir, gimana anakku mau lahir, xixixi. Trus aku juga cerita di situ kalau aku melakukan puasa, semacam puasa membatalkan perkataan-perkataan jelek gitu. 
Aku menulis itu beneran cuma berbagi cerita. Terus jadi banyak banget yg DM, bilang kalau lagi mengalami masa-masa sedih karena belum kunjung hamil, jadi lebih semangat karena baca ceritaku. Ada juga yang jadi pengen tau aku puasa apa, dan kekepoan lainnya. Itu seru sekaligus bikin haru sih. Karena bahkan cerita sedih kita aja bisa jadi penyemangat orang lain. 
Hal-hal seperti itulah yang memang kuinginkan saat menjadi parenting blogger. Bahwa tulisan kita bukan hanya sekadar bercerita tapi bisa mewakili perasaan atau hal-hal yang ingin diungkapkan oleh ibu-ibu lain. Perasaan ibu-ibu yang mungkin tidak pandai menuliskannya. Makanya saat menulis tema-tema parenting aku lebih suka memposisikan diriku menjadi pembacaku. Alih-alih ngomongin kehebatan anakku, aku lebih suka cerita gimana caraku mengajak anakku agar suka makan sayur misalnya. 
Alih-alih ngomongin susahnya melakukan toilet training, aku lebih suka menulis bahwa toilet training itu hanya salah satu dari perjalanan panjang menjadi orangtua, jadi jangan sampe stress di awal. Hadapi dengan santai, karena akan ada banyak PR ntar yg lebih butuh energy. Kalau soal toilet training aja udah stress sayang energinya hahahah.


Nurul Fauziah nufazee.com

Sejak kapan nufazee tertarik menjadi blogger parenting? Apakah ada inspirasi yang membuatmu jadi seorang parenting blogger?
Sejak punya anak mulai tertarik menjadi blogger parenting. Inspirasinya dari waktu jadi guru magang di Azzakiyah Islamic School dan Balita Schooling tahun 2013 lalu. Nah saat jadi guru magang ada banyak ilmu pengasuhan yang baru aku tahu dan langsung praktek ke anak didiknya. Sejak saat itu aku beli buku tentang parenting, ikut seminar, workshop bahkan sampai sekarang.
Adakah pengalaman nufazee yang paling berkesan selama menjadi parenting blogger?
Adaa, wallahu'alam ya, sebaik aku sampaikan ilmu parenting, Allah kayak langsung berikan aku ujian πŸ˜‚ Alhamdulillah sekarang masih terus latihan. Pengalaman lain lagi adalah banyak follower yang terinspirasi dengan nge DM dari postingan ilmu parenting yang aku share.


Jannah Tambunan jannahtambunan.com

Sejak kapan jannah tertarik menjadi blogger parenting? Apakah ada inspirasi yang membuatmu jadi seorang parenting blogger?
Setelah menikah, pengalaman berumah tangga dan pengalaman di keluarga yang menjadi inspirasi untuk menulis tentang parenting
Adakah pengalaman jannah yang paling berkesan selama menjadi parenting blogger?
Pengalaman paling berkesan itu kerempongan ketika harus ngevlog sambil gendong anak, menghadiri event sambil gendong anak, nulis blog digangguin anak, dan yang paling seru itu datang agenda kopdar blogger medan durian blog m bawa anak. Dibilang seru karena rempongnya luar biasa. Perjalanan sejam hingga 2 jam dari rumah, pas disana anak suka bosen, dan jadilah sering buat keributan di durianπŸ˜‚πŸ˜‚

Posting Komentar

3 Komentar

  1. Wah ada Kak Windi jugaaa, favorittt, blogger parenting dan banker �� trus Jannah, blogger parenting dan pengusaha��

    BalasHapus
  2. Lengkap juga informasinya, bikin minat parenting blogger semakin banyak

    BalasHapus
  3. Halo Kak, salam kenal. Wah tulisannya informatif sekali dan lengkap ya. Saya juga parenting blogger. Baru ngeblog tahun 2017. Milih parenting blogger sesuai dengan latar belakang pendidikan saya dan pengalaman saya sebagai guru dan juga guru untuk anak saya. Sesuai ama kompetensi saya. Baca tulisan ini bikin saya pengen juga ikh blog saya dikasih masukan apa sudah sesuai dengan artikel ini atau belum hee. πŸ˜ŠπŸ™

    BalasHapus

(〜 ̄△ ̄)〜

Hai kamu pembaca setia blog saya, jika ingin komentar sebagai akun google pastikan blogger profile kamu sudah disetting bagus ya, atau lebih baik menggunakan name/url. Jangan anonim dong, biar mudah blogwakingnya.
Karena jika komentar kamu menjadi broken link, mohon maaf untuk saya hapus dan tidak saya tampilkan di kolom komentar.
SPAM, WAR COMMENT auto delete.

Salam Hangat . . .