Etika Bermedia Sosial, Deklarasi Netizen di Gedung MPR RI

Cara bijak menggunakan media sosial dengan baik dan benar, memberikan dampak positif dan mengatasi pengaruh negatif dari media sosial, pengertian etika dan manfaat fungsi media sosial, tertuang dalam deklarasi netizen MPR RI

deklarasi netizen mpr ri

Blogger Medan | Pernah gak sih kelen dapat broadcast dari seorang kawan yang isinya itu bikin naik gula darah, bahkan ketika ditanya keaslian dari apa yang dikirim, mereka menjawab "hanya meneruskan, semoga bermanfaat,". Aku ragu, sebelum membagikan informasi itu, kayaknya mereka gak membaca secara teliti bahkan gak menelusuri kejelasan dari informasi yang didapatnya, cuman langsung menyebarkannya tanpa berpikir jauh.
Inilah masalah yang sekarang sama-sama kita hadapi, terlalu cepat percaya akan informasi yang didapat, bahkan gak sedikit informasi yang disebarkan mengandung ujaran kebencian, provokasi, dan terburuknya lagi bisa mengancam ketahanan ideologi negara republik Indonesia. Maaf, kalau tulisan ini dimulai dengan isu yang terlalu berat, tapi nyatanya hal ini ada di sekitar kita, ada di genggaman kita, yang perlu menyaring informasi ini adalah kita juga, gak mungkin kan orang lain.

Gak berhenti cuman di situ, ada juga kebiasaan buruk pengguna media sosial yang terlalu cepat menghakimi pengguna media sosial lain. Merasa dirinya yang paling benar, dan ketika ada informasi dari media sosial gak sesuai dengan ekspektasinya atau gak sesuai dengan pola pikirnya, mereka langsung memberikan komentar buruk, komentar yang menghina dan komentar yang mengundang pengguna media sosial lain untuk adu otot melalui kolom komentar. Adu otot di kolom komentar media sosial, cuman menciptakan kebencian dan gak berujung penyelesaian, pada akhirnya yang ada cuman debat kusir.

Mirisnya lagi, ada beberapa pegiat media sosial dengan akun anonim, memanfaatkan kebiasaan buruk pengguna media sosial untuk membangun akun-akun anonim mereka, kemudian berharap banyak follower biar diendorse dan dibayar pemilik produk. Sengaja menyebarkan informasi yang mengandung ujaran kebencian, informasi yang mengundang perang komentar, dan informasi negatif lainnya bahkan informasi hoax juga disebarkan demi naikin jumlah follower.

Mungkin berawal dari keprihatinan sama kebiasaan buruk pengguna media sosial sekarang ini, maka Biro Humas Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia mengajak dan mengundang kami para perwakilan netizen seIndonesia untuk duduk diskusi sama-sama membahas solusi nyata secara normatif yang harapannya bisa mengurangi kebiasaan buruk yang kerap terjadi di dunia maya. Kami netizen dari Medan, Jakarta, Bandung, Surabaya, Palembang, Yogyakarta, Makassar, Manado, Denpasar, dan Semarang, total 44 netizen mengikuti serangkaian agenda dari Humas MPR RI terkait isu media sosial selama 3 hari berturut di kota Jakarta, mulai tanggal 7, 8 dan 9 Desember. Selanjutnya setelah melalui diskusi yang panjang, maka tercetuslah 4 butir deklarasi netizen MPR RI yang dideklarasikan pada tanggal 8 Desember 2018 dan harapannya bisa menjadi acuan dalam etika bermedia sosial. Isi dari deklarasi netizen bisa kelen lihat di sini;

deklarasi netizen mpr ri


1. Tidak menyebarkan konten hoax dan SARA
Mungkin banyak yang menyebarkan konten hoax cuman untuk lucu-lucuan, tapi bayangkan jika konten hoax yang kelen sebarkan itu ternyata berdampak negatif untuk orang lain. Belum lagi konten hoax yang kelen sebarkan itu menyangkut isu suku, agama, ras dan antar golongan, tentunya akan menyebabkan kontra bagi yang melihatnya, akan menimbulkan kebencian di sana - sini. Belum lagi, sekarang ini konten hoax yang menyangkut SARA dikemas kayak informasi betol hingga gak terkesan hoax. Banyak malahan, akun-akun media sosial yang sengaja bermain konten hoax dan SARA memang untuk menimbulkan keributan di jejaring dunia maya agar akun mereka dapat banyak perhatian. Lalu bagaimana, cara mengatasi dampak negatif dari konten hoax dan SARA?

2. Bijak bermedia sosial sesuai dengan Pancasila
Cara mengatasinya berawal dari diri kita sendiri, jangan terlalu mempercayai informasi yang tersebar dengan mudah, lakukan analisa terlebih dahulu cari sumber informasinya, cari perbandingan informasi sejenis dari sumber lainnya, kemudian kita pasti bisa menyimpulkan apakah informasi itu asli atau cuman informasi hoax. Cuman bijak saja main media sosial belum cukup, harus mengamalkan nilai-nilai luhur dalam Pancasila ketika bermain media sosial. Jadi, sikap saling menghargai dalam berinteraksi di dunia maya terjalin, jika mengamalkan nilai-nilai luhur dari Pancasila di segala aktifitas bermedia sosial.

3. Menerapkan Empat Pilar MPR RI dalam literasi digital
Sebenarnya bisa dibilang, nilai 4 Pilar MPR RI sudah tertanam sejak kita lahir di bumi Indonesia, cuman kadang sering gak dipake dalam kehidupan sosial bermasyarakat. Sederhananya, orang dengan mudahnya buang sampah dari kaca mobil mereka, orang merokok di tempat umum yang di sana ada ibu hamil dan orang tua, banyak sekali contoh sederhana orang-orang tidak mengasah kepekaan 4 Pilar MPR RI dalam diri mereka. 4 Pilar MPR RI tersebut adalah (1) Pancasila, (2) UUD Tahun 1945,  (3) NKRI dan (4) Bhinneka Tunggal Ika. Pengertian literasi digital itu sendiri adalah minat, sikap dan kemampuan manusia untuk menggunakan teknologi digital dan alat komunikasi dalam berbagai hal, agar dapat berpartisifasi secara efektif dalam masyarakat digital.

4. Bersatu membuat keren Indonesia dengan konten yang positif
Indonesia itu sudah memang keren dari sananya, bersyukurlah manusia di bumi Indonesia hidup berbahagia di dalamnya, cuman manusia milenial ini tidak terlalu perhatian untuk membagikan hal-hal menarik dari Indonesia melalui media sosial. Indonesia banyak sekali ragam kekayaannya di tiap daerah, maka perlu seharusnya membagikan konten yang positif untuk memberikan informasi ke banyak orang bahwa Indonesia memang keren.

deklarasi netizen mpr ri
Penanda-tanganan Deklarasi Netizen
dari kiri Nurliya Apriyana, tengah ibuk Siti, kanan Lee Min Ho KW Super

Kayak gitulah sekilas tentang isi dari 4 butir deklarasi netizen yang harusnya menjadi pedoman bermedia sosial para netizen di seluruh Indonesia. Nah, setelah dirumuskan, ada penandatanganan isi deklarasi oleh para netizen yang ikut menggagas butir-butir deklarasai ini. Aku juga kebagian tanda tangan ditemani Kepala Biro Humas MPR RI, buk Siti Fauziah SH. MH.

BACA JUGA: SOSIALISASI 4 PILAR MPR RI DI MEDAN

Alhamdulillah, aku pun terpilih mewakili kota Medan untuk pergi ke Jakarta dengan kawan-kawan netizen lainnya, Rudi Hartoyo, Ririn Wandes, dan Faizah Ja'far. Sebuah amanah yang gampang-gampang susah untuk diemban, karena menularkan semangat bermedia sosial adalah tugas yang tidak mudah. Semoga, kelen yang baca tulisan ini menjadi tercerahkan bagaimana memanfaatkan media sosial ke arah yang lebih baik.

deklarasi netizen mpr ri
Walau telapak kaki hampir pecah
foto tetap bahagia

HARI PERTAMA DI JAKARTA
Perjalanan ke Jakarta diawali dengan heboh masing-masing, dikarenakan pesawat yang kami naiki untuk ke Jakarta lepas landas jam 5 pagi waktu Indonesia bagian Medan, alhasil harus sangat pagi kali untuk ke Bandara Internasional Kuala Namo yang jaohnya minta ampon. Aku sendiri udah persiapkan barang bawaan dari 1 hari sebelumnya, dan sekitar jam 2:30 berangkat sama Rudi Hartoyo numpang naik mobilnya untuk berangkat pagi-pagi kali KNIA. Disusul Ririn Wandes yang pergi naik Grab pagi-pagi kali, dan Faizah yang tiba-tiba gak ada kabar jam 3 pagi, kami pun mendadak heboh, khawatir si Faizah ketinggalan pesawat. Gak lama, ternyata Faizah pun berkabar alhasil legalah hati kami, kalo semisal telat kan bahaya.

Aku gak gitu menikmati perjalanan, naik kendaraan apa pun itu aku selalu tidur, jadi gak bisa menikmati pemandangan di atas langit, bangun-bangun udah sampai Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Sebenarnya hotel yang sudah dipesan untuk kami, baru bisa check in jam 3 sore, sementara kami sampai di Jakarta jam 7 pagi, sengaja bisa biar bisa keliling dulu, dan destinasi pertama adalah Monumen Nasional. Berhubung baru pertama main ke Monas, ya kami pun naik Grab, katanya kalo di Jakarta Grab lebih murah dibandingkan dengan Gojek, atau ini hanya pendapat pribadi seseorang aja.

Monas kami pun sampai, setelah berkeliling Jakarta, melihat bangunan-bangunan tinggi yang banyaknya bukan main dari jendela mobil Grab, aku pun merasa asing. Di luar ekspektasi, ternyata Monas luas kali, bahkan dari parkiran mobil mau ke Monasnya aja udah terasa capek berjalan kaki. Kami langsung berpencar, mencari spot foto masing-masing, aku sama rudi dan Wandes sama Faizah naik kereta wisata pergi ke pintu masuk Monas. Aku dan Rudi memilih berjalan kaki, untuk segaknya bisa menikmati pemandangan sekitar dan mengarah ke Monumen Nasional juga. Tapi gak sangka, jaraknya jauh kali diluar ekspektasi, baju pun udah basah keringat dan panas matahari pagi bikin baju jadi kering di badan.

Lanjut lagi, gak mau berhenti, setelah dapat informasi kalau Wandes dan Faizah terjebak kemacetan antrian di pintu Monas, kami pun mengurungkan niat untuk naik ke Monas dan mengganti haluan ke Masjid Istiqlal itu loo Masjid yang biasa ada di TV-TV kalau sholat hari raya. Sekilas aku taunya di GMaps, jarak Masjid dari Monas itu dekat, tapi capek juga dibawak jalan kaki, belum lagi pintu terdekat dari Masjid Istiqlal ditutup karena ada renovasi, kami pun mutar. Perjalanan hari pertama di Jakarta dipenuhi peluh keringat yang kering di badan, setelah sampai banyak sekali yang nawarin kami plastik kresek. Untuk apa pikirku, baru sadar kalau plastik itu untuk tempat sepatu biar dibawak ke dalam, biar gak hilang kalau diletakkan di luar. Kami cuman menitipkannya ke penitipan sepatu di Masjid Istiqlal dan gratis, gak kayak Masjid di Medan penitipan sepatu gratis sih, tapi disuruh bayar seikhlasnya.

masjid istiqlal jakarta
Abaikan dengan poni supermannya ya wee
Setelah sholat tahyatul masjid dan foto-foto ganteng, kami pun balik ke Monas sekitar jam 11 berjalan kaki lagi. Istirahat, di foodcourt yang ada di Monas, kami pesan es jeruk dan es kelapa, begitu terkejut ketika mau bayar, apa salah itung atau memang segitu harganya, tapi iyalah pulak tempat wisata pasti mahal-mahal kan yaa, atau karena kami nongkrong di lapaknya terlalu lama dan cuman pesan 4 air minum, entahlah. Sudah masuk waktu sholat jum'at, kami pun bergegas sholat di masjid dekat foodcourt, kemudian selanjutnya pesan Grab untuk pergi ke Hotel.

Uniknya, di Jakarta pesan Grab bisa berubah-ubah harganya sewaktu-waktu tergantung jam-jam pesannya, kalo jam siang permintaan pesanan banyak jadi harga Grab mahal. Kami pun ada nunggu sekitar 1 jam, biar harga Grab turun barulah kami pesan. Sampainya di Hotel Sultan Residence jam 1:30 kami kelaparan, sementara check in tunggu lagi jam 3, kami memutuskan cari makan siang yang terdekat dari Hotel Sultan. Bertanya sama satpamnya, ada plaza benhill terdekat dari Hotel Sultan, tapi kalo dari bangunannya kayaknya sih itu hotel jauh, kami pun gak akan jalan lagi, udah capek lebih baik naik grab. Niatnya, pergi mau makan fastfood, sampainya di sana ada yang lebih menggugah selera nasi padang. Eh-eh, ketika pesan makanan pun datang dengan semua sajian dijejering di atas meja, kami pun kalap dan bingung mau pilih yang mana. Singkat cerita setelah makan, kami balik ke hotel untuk check in.

Wah wah, walau terbilang hotel lama, tapi suasana di dalam hotel sangat asri dan memanjakan mata, bahkan kamarnya pun sangat nyaman, nanti di lain kesempatan aku akan review hotel ini yaa. Kemudian, setelah check in kami pun istirahat 1 kamar untuk 2 orang, sengaja dipisah oleh panitia agar saling bersilaturahim sesama peserta, aku dipasangkan, dengan Fahri netizen dari kota Makassar.

Jam pun menunjukkan waktu hampir malam, kami bergegas untuk mengikuti agenda pertama pembukaan deklarasi netizen, diawali dengan kenal-kenalan, kegiatan mereka dan nama blog mereka. Yang paling unik cara mereka berkenalan, bikin gelak tawa suasana bahagia yang pecah, ada gaya kenalan bang Casmudi yang mengundang gelak tawa, bahkan ada yang nama blognya mantanidaman.com yang bikin riuh suasana sepanjang agenda pembukaan.

Dan setelah sesi berkenalan, kami ditodong buat kelompok untuk merumuskan butir-butir yang akan dideklarasikan, wah pengalaman yang gak bisa dilupakan. Baru pun kenalan, langsung ditugaskan bikin kelompok dan merumuskan sebuah gagasan untuk deklarasi netizen. Hampir larut malam kami berdiskusi di ruang hotel, udah macem kerja kelompok itu hari, tapi walau pun larut kami puas hasil dari butir-butir deklarasi netizen mencapai mufakat.

museumacan jakarta
Abaikan jari lentikQ

HARI KEDUA DI JAKARTA
Jika hari pertama bikin seru, hari kedua gak kalah serunya, karena kami berkunjung ke Gedung MPR RI yang terletak di jalan Gatot Subroto No. 6 Jakarta. Sebelum raun raun di kota Jakarta, pagi-pagi kali kami berkumpul di Gedung MPR RI naik bis dari hotel Sultan. Kami diberikan akses khusus raun raun ke dalam Gedung MPR RI yang artinya ini kesempatan langka, karena tidak sembarangan orang bisa masuk ke gedung MPR RI. Di sini, kami mendengarkan welcome speech dari Ibu Siti Fauziah SH. MH yang menjabat selaku Kepala Biro Humas MPR RI dan juga Mas Andrianto Madjid SE. MM yang menjabat selaku Kepala Bagian PDSI MPR RI (Pengolahan Data dan Sistem Informasi).

Dari keduanya, aku dapat menyimpulkan bahwa harapannya dari serangkaian agenda ini, peserta dari berbagai kota dapat menularkan semangat bermedia sosial secara positif sesuai yang terkandung dalam nilai-nilai 4 Pilar MPR RI. InsyaAllah, amanah yang gak gampang untuk menularkan semangat bermedia sosial yang positif di kota Medan. Selanjutnya, kami membacakan deklarasi bersama di ruangan tersebut, deklarasi yang telah kami rumuskan malamnya dengan mata ngantuk, badan capek, hati yang rindu, halah. Setelah itu, kami keliling menikmati bangunan yang penuh sejarah ini, berfoto riang gembira mengambil spot-spot foto yang keren, yang pasti kelen ngiri kalo liat fotonya.

Setelah puas, raun-raun di Gedung MPR RI, ada yang foto-foto ada yang bikin vlog ada juga yang gak ngapa-ngapain karena terlalu panas, hanya ngadem di dalam ruang gedung. Kalo aku, jangan ditanya, udah keringatan dari awal foto-foto, lari sana sini biar spot menarik gak ada orang banyak jadi background foto. Lanjut gerak ke museumacan, mendengar kata macan pasti kelen kira museum yang dipenuhi dengan hewan macan-macan langka. Salah, museumacan itu singkatan dari Modern And Contemporary Aart in Nusantara. Jadi, pameran seni yang dipamerkan disini bukan selamanya akan dipamerkan, setiap setahun sekali diganti dengan pemeran seni karya seniman lainnya. Ketika kami berkunjung ke sana, karya karya yang dipamerkan itu karya seniman Indonesia Arahmaiani dan Lee Mingwei seniman Taiwan.

kota tua jakarta
Sampai juga ke kota tua Jakarta
Sangat seru, berkunjung ke musemacan, nanti lain kesempatan aku akan ulas ya review museumacan. Setelah dari museumacan kami berkunjung lagi ke kota tua Jakarta jalan fatahillah, banyak bangunan-bangunan tua yang sungguh memanjakan pemandangan mata, dan sangat cocok untuk berfoto di sini, tapi karena terlalu ramai ketika kami ke sana, aku kurang tertarik untuk mengambil gambar di sini, hanya berkeliling saja melihat orang-orang bersepedaan atau berfoto dengan orang yang berlagak kayak patung.

Sore pun datang, kami bergegas naik ke bus lagi dan melanjutkan perjalanan ke Ancol tepatnya di Jimbaran Resto. Makan malam yang ditemani dengan lantunan musik-musik di tepi pantai, sangat membangkitkan suasana. Kalau candle light dinner sama pujaan hati sungguh romantis di sini yaa. Tapi karena baterai kamera habis saat di Jimbaran, gak banyak foto yang bisa aku abadikan, hanya ketika menikmati matahari terbenam saja.

deklarasi netizen mpr ri
Sahabat Sahabat Netizen MPR RI nan Lyncha


HARI KETIGA DI JAKARTA
Gak terasa, kami semua yang menjadi peserta deklarasi netizen akan berpisah setelah 2 hari bersama. Walau pun gak banyak yang bisa diutarakan, tapi banyak sekali kebersamaan yang berkesan. Di hari ketiga, kami kembali lagi untuk penutupan serangkaian agenda deklarasi netizen MPR RI di Gedung MPR RI. Aku dan kawan-kawan lainnya sengaja ambil tiket pulang jam malam, tapi mengkhawatirkan dapat jam tiket pulang siang hari, mana agenda belum selesai dan harus buru-buru mengejar pesawat. Di hari penutupan deklarasi netizen, tidak hanya buk Siti dan mas Andrian, pak Sesjen MPR Dr Ma'ruf Cahyono SH. MH juga datang untuk memberikan apresiasi kepada kami para netizen yang hadir. Pak Sesjen menegaskan sama kami semua para netizen seIndonesia terkait butir deklarasi netizen, bahwa sangat baik sekali gairah dan semangat bermedia sosial jika semua masyarakat benar-benar menerapkan butir-butir dari isi deklarasi netizen.

deklarasi netizen mpr ri
Nah, yang tengah ini adalah Pak Sesjen
Tapi kok aku keliatan paling tua ya :)


Setelah agenda deklarasi netizen ditutup, dan berfoto bersama, serta banyak pewarta yang ingin memberitakan kabar baik ini. Kami pun pulang ke kota kami masing-masing dengan wawasan yang bertambah, dan rindu yang membuncah untuk bertemu kembali di tahun depan. Untuk kota Medan, setauku baru tahun ini MPR menyembangi kota kami, namun berbeda di Jakarta atau kota lainnya yang sudah dikunjungi MPR sebanyak 3 kali tiap tahunnya. Semoga, jika ada tahun depan, aku terpilih lagi mewakili kota Medan sebagai Netizen MPR RI.

Posting Komentar

4 Komentar

  1. Acaranya pasti super seru ya bang...
    banyak ketemu blogger dari berbagai daerah

    trus seakan jadi duta berinternet positif :-D

    BalasHapus
  2. Ngikik akuuu baca tulisan ini
    Seru kalii kau

    BalasHapus
  3. Mantapp banget tulisannya mas yoga. Ya ampunnn saya sampe ngakak baca caption Lee Minho KW SUper wkkkkkkkkk...

    Tapi acara ini bener-bener super kerenn, seru, dan bikin capek berfaedah lah.. Semoga tahun depan bisa terpilih lagi jadi Netizen MPR RI. aamiin

    BalasHapus
  4. Seru pisan acaranya, semoga tahun depan bisa ikutan kalo ada lagi... berharap diundang. wkwkwk :)

    BalasHapus

(〜 ̄△ ̄)〜

Hai kamu pembaca setia blog saya, jika ingin komentar sebagai akun google pastikan blogger profile kamu sudah disetting bagus ya, atau lebih baik menggunakan name/url. Jangan anonim dong, biar mudah blogwakingnya.
Karena jika komentar kamu menjadi broken link, mohon maaf untuk saya hapus dan tidak saya tampilkan di kolom komentar.
SPAM, WAR COMMENT auto delete.

Salam Hangat . . .