TIPS JADI AUDIO RECORDER DAN REVIEW ZOOM H4N HANDY RECORDER

Mungkin ini review alat sound recorder untuk filmmaking dan berbagi tips menjadi audio recorder dalam filmmaking. Sebuah pengalaman menjadi crew di sebuah projekan film pendek islami yang diproduksi oleh komunitas Fisabilillah Production. Jauh memandang ke belakang, aku lupa tepatnya kapan, mungkin sekitar awal tahun 2016, aku resmi tergabung di komunitas filmmaker. Dan, alhamdulillah satu visi dan misi, hingga bertahanlah sampai sekarang ini.

Tak lagi genap 1 bulan menjadi bagian dari komunitas ini, mereka sudah merencanakan akan produksi film pendek, sungguh komunitas yang produktif sejauh ini, hingga pun sekarang tetap produktif menurut pengalamanku tergabung di komunitas ini. Rapat pun digelar, dengan membahas ide cerita yang akan diangkat menjadi sebuah film. Karena sebelum tergabung di komunitas ini, aku sudah sangat fasih tulis-menulis fiksi, aku pun mengajukan ide cerita dari cerpen berjudul "Lenyap Dalam Sunyi". Premisnya sederhana, hanya ingin mengingatkan orang untuk kembali membaca dan mengkaji Al-Qur'an.

tips jadi audio recorder, filmmaker muslim

Kembali sejenak, tahun 2015 adalah titik jenuh atas pertanyaan-pertanyaan tentang kemana akhir dari karya-karya tulis yang pernah aku tulis selama ini. Mungkin aku adalah orang yang menulis cerpen untuk kesenangan semata, sesekali dipublish dan tidak sedikit yang tiba-tiba hilang entah di mana. Lalu bagaimana, jika karya-karya yang hilang lalu terbaca orang dan kemudian membuat orang yang membacanya semakin jauh dari fitrah berbuat kebaikan. Dan selanjutnya, aku memutuskan untuk menuliskan pesan-pesan kebaikan dalam setiap cerpen-cerpen ini. Tapi sekarang, sudah lama tak menuliskan cerpen lagi, hanya menulis naskah film jika kebetulan masuk ke divisi naskah. Terkadang nulis itu sebenarnya mudah, hanya saja motivasi untuk memulai tulisan yang agak sulit, mungkin bukan aku saja, di antara kita mungkin demikian juga.

Segitu saja mukadimahnya, nanti di akhir tulisan ini aku akan kasih cerpennya dan juga film pendek pertama dan aku kebagian divisi audio. Menjadi seorang filmmaker muslim, sebenarnya tidak ada dalam daftar cita-citaku ketika SD, dulu hanya berpikir bagaimana menjadi seseorang yang bermanfaat dan produktif. Aku percaya, takdir membawaku ke komunitas film ini, tidak hanya produktif tiap karya film yang dihasilkan, insyaAllah akan menjadi amal jariyah untuk crew dan para pemainnya. Sebab, film-film yang diproduksi Fisabilillah Production adalah usaha kami untuk "Amar Ma'ruf Nahi Munkar" mengajak dalam kebaikan dan mencegah keburukan melalui film.

Menjadi Audio Recorder pakai Zoom H4n Handy Recorder

Tips ini berdasarkan pengalaman ketika produksi film dengan kawan-kawan fisabilillah production semoga tercerahkan, dan sedikit review alat Zoom H4n Handy Recorder yang digunakan oleh Fisabilillah Production.

Tips Menjadi Audio Recorder Filmmaker


Kadang ketika aku menjadi audio recorder, mungkin bukan aku saja juga di antara kita banyak sekali menyepelekan beberapa hal yang sebenarnya adalah hal yang krusial, dan mungkin ini salah satunya atau jika kamu punya saran lain silahkan.

  • Nanti, Bisa Dirapikan Diediting
Jangan berpikiran jika ada audio yang noise, semua diserahkan pada tahap post-production, tidak selamanya tahap editing bisa merapikan kesalahan dari audio yang sudah kita rekam. Baiknya, diambil ulang jika ada audio yang tidak stabil, daripada bergantung pada editor.

  • Jangan Labil Sebagai Audioman
Jika terdengar ada suara yang mengganggu namun pelan, lebih baik katakan saja untuk mengulang pengambilan adegan. Jika, bertanya lagi dengan sutradara apakah audio tersebut bisa dipakai, tetaplah sarankan untuk mengulang adegan, jika sutradara ingin melanjutkan adegan berikutnya, itu bukan kesalahan audio recoreder.

  • Divisi Audio Recorder Bukan Kerja 1 orang
Banyak yang mengira, kalau audio recorder bisa dipegang satu orang, big no. Minimal 2 orang, dalam skala produksi yang lebih besar, malahan divisi audio recorder bisa banyak lagi. Yang paling penting, 1 orang audio recorder dan 1 orang lagi yang fokus menjadi boom operator jika menggunakan boom pool.

  • Menyepelekan Lokasi Shoting
Tiap lokasi shoting punya tantangan yang berbeda-beda, jika shoting di lokasi sungai tentu ada suara air yang mengalir, dan bagaimana mengatasinya adalah tugas divisi audio. Tetap teliti, kemungkinan suara apa yang akan mengganggu jalannya shoting.

  • Perhatikan Background Noise
Kadang suara yang menurut kita pelan, ternyata sangat mengganggu ketika proses post-production, alhasil audio tidak natural ketika diedit untuk diperbaiki. Lebih baik, memastikan jika ada suara-suara pelan yang bisa mengganggu audio untuk film.

  • Jangan Asal Pilih Boom Operator
Boom operator seharusnya mengikuti instrusi seorang audio recorder, tapi lebih baik memilih orang yang berpengalaman dalam bidangnya, hanya saja pada skala komunitas film, tentu semua crew bisa belajar. Menjadi boom operator yang baik harus saling kerja sama dengan audio recorder.

  • Dialog Tumpang Tindih
Kesalahan yang sangat fatal, jika ada suara yang lebih besar di tengah dialog, bahkan kadang beberapa komunitas film menghalalkan adegan dialog yang tertindih karena mungkin sudah kelelahan produksi. Lebih baik, mengambil ulang adegan jika dialog tidak jelas atau tumpang tindih.

filmmaker muslim

Review Alat Filmmaker: Zoom H4n Handy Recorder

Aku hanya menceritakan pengalaman menggunakan alat sound recorder ini, bukan ingin menjelaskan secara teknis dari alat tersebut, tentunya lebih banyak yang ahli untuk menjelaskan Zoom H4n Handy Recorder. Hanya saja, saya yang pemula ini langsung pegang alat Zoom H4n Handy Recorder tidak ada masalah.

  • Mudah Dioperasikan
Sebelumnya, tidak pernah memegang alat recorder yang sejenis, baru pertama kali itu ketika produksi film pendek "Lenyap Dalam Sunyi" langsung mengoperasikannya. Tidak butuh waktu lama, untuk berkenalan dengan tiap fungsi tombol yang ada di alat ini. Sangat rekomendasi untuk digunakan walau pun untuk seorang pemula seperti aku.

  • Informasi Layar Mudah Dimengerti
Informasi di layar Zoom H4n Handy Recorder sangat mudah untuk dimengerti, status bar yang bergerak jika ada audio yang masuk sungguh responsif, bahkan pada record level tertentu kita bisa membedakan mana noise mana yang audio dialog.

  • Baterai Yang Mudah Untuk Diganti
Untuk produksi yang membutuhkan didesak waktu, mengganti baterai alat Zoom sangat mudah karena menggunakan baterai yang dipakai oleh semua orang dan dijual di toko-toko, bukan batearai yang dicharge dan akan merepotkan.

Hanya saja, ketika alat Zoom ini masih dalam keadaan baru semua aspek nyaman-nyaman saja ketika digunakan. Namun sekarang, di tahun ke 3 produksi Fisabilillah Production menggunakan alat ini, ada kendala sedikit ketika baru menghidupkan alat ini. Terlalu lama membaca memory ketika dihidupkan untuk pertama kali, mungkin dikarenakan memory yang kurang bagus atau karena human error (jatuh tak sengaja) selama produksi.

Semoga pengalamanku menggunakan alat Zoom H4n Handy Recorder bermanfaat, jika ada pengalaman yang sama atau ingin berbagi tips juga menjadi seorang audio recorder silahkan isi kolom komentarnya. Seperti yang aku janjikan, berikut cerita pendek "Lenyap Dalam Sunyi" dan juga hasil produksi fisabilillah production mengangkatnya menjadi film pendek.

Sekilas tentang film pendek Lenyap Dalam Sunyi, alhamdulillah berkat rahmat Allah diberikan amanah sebagai film terbaik di kompetisi film pendek Islamic Film Festival di Bandung pada tahun 2016.

film maker muslim lenyap dalam sunyi
klik
Previous
Next Post »
3 Komentar
avatar

susah-susah gampang pake alat itu y bang,,, dan harus jeli terhadap suara" yang lain :-D

Filmnya keren bang,,, pantas lah juara

Balas
avatar

Bener banget kerja sama itu penting dalam tugas seperti ini...

Balas
avatar

ternyata susah kali ya untuk kontrol agar hasil audionya bagus. aku awalnya mikir bisa diambil begitu aja, kalau pun ada kesalahan/naoise bisa di edit dan ternyata ga segampang itu diserahkan ke post production >_<

Balas