Blogger Medan Berjemaah di Online Digital

Blogger Medan, kata kata ini seperti membawa kesan yang sirat makna, pesan yang hampir kasat mata, dan juga sering menjadi beban karenanya. Banyak yang menganggap kami; para blogger tau segalanya, banyak hal dengan seketika ditanya, namun kami sedikit mengerti jawabannya. "Abang kan blogger pasti tau kan ya destinasi wisata, katanya blogger masa gak pernah ke tempat wisata, bang enaklah jadi blogger banyak duitnya, pasti seru kan blogger banyak diundang ke mana-mana," dan aku hanya senyum - senyum bahagia, karena semua tanya tidak ada jawabannya. Sejauh ini menjadi blogger hanya mengisi waktu luang saja. Sebuah pelampiasan untuk sekadar menuliskan apa saja yang bisa ditulis dengan rasa.


blogger medan blog m
Berkesempatan menghibur teman-teman yang hadir di Anniversary Blogger Medan Cr3ative
Sebuah puisi karya Rendra.

Inilah aku, hanya seseorang tukang tulis yang tak tau malu, menganggap diri ini sebagai blogger terdahulu, padahal mengenal blog pun baru saja di 2009 tahun lalu. Mereka mengira menjadi blogger harus banyak tau, sementara yang aku mengerti hanya sedikit hal tentang ini dan itu, menjadi blogger layakkah aku? Entahlah, semakin lama aku pun hilang arah sebenarnya apa yang membuat diri ini ingin menjadi blogger di waktu dulu. Kira - kira ke mana perginya sosok orang di tahun 2009 itu, yang sungguh bahagia ketika tulisan pertamanya dikunjungi pembaca yang candu. Masih aku ingat dengan jelas hari itu, tulisan tentang sebuah perjalanan mengelilingi perkebunan yang penuh dengan binatang berbulu, dipenjara satu demi satu, dan aku asik menceritakannya berharap ada yang tersasar masuk ke blogku. Komentarku pun bertambah satu.

blogger medan blog m
Para lelaki Blogger Medan yang hadir di Anniversary Blogger Medan Cr3ative
Dipilih-pilih Jomblo Fisabilillah ukhti, beberapa udah ada yang punya istri, hayoo tebak yang mana?

Tapi aku tak pernah bermimpi ingin menjadi seseorang yang menuliskan kata, melalui keyboard laptop yang penuh tanda baca, hingga pada akhirnya membentuk cerita di jejaring dunia maya. Dan bahkan tak pernah terpikirkan aku menemukan teman-teman sebaya, dalam sebuah perkumpulan yang penuh orang kreatif didalamnya, Blogger Medan Blog M namanya. Tepat 2018 bulan 2 tanggal 2 lalu sudah 3 tahun aku menemaninya, dan tentu banyak dinamika, walaupun demikian dinamika seperti membuat kawanan ini semakin dewasa. Siapa sangka, aku pernah menjadi ketua di tahun kedua, apa yang aku lakukan hanya semata agar Blogger Medan tumbuh dan berkembang layaknya keluarga. Karena keluarga, walau sakit hatinya, walau sedih karenanya, walau pernah marah padanya, tetap menjadi keluarga.

blogger medan blog m
Nah, ini dia yang pada hadir di Anniversary Blogger Medan Cr3ative
bulan februari 2018 lalu di Funlabs Coworking Space Medan

Dan kemudian secara perlahan, mereka yang tergabung di dalam Blogger Medan, mulai menulis dengan sebuah tujuan. Masing - masing kini punya perbedaan gaya kepenulisan, dan juga berbeda konsep bahasan. Sama seperti diri ini yang awalnya menulis hanya untuk kesenangan, kini menulis dengan sebuah harapan, minimal dari tulisan di blog ini menjadi sebuah amalan, yang kemudian menjadi ibadah dan bermanfaat untuk orang lain. Bukan tulisan, yang semata hanya untuk mengejar kata kunci di halaman, dan bukan juga tulisan yang menyesatkan, harapannya tulisan ini menjadikan diri ini sendiri lebih baik lagi dan juga dapat bermanfaat untuk orang lain dalam kebaikan. Semoga teman-teman di Blogger Medan pun punya niat demikian. Mari tetap berjemaah di dunia digital, karena menulis mencipta peradaban.

blogger medan blog m
Kurang bahagia gimana lagi coba? Lihat senyum kami
Yoga Aizeindra Ketua 2016 - Rudi Hartoyo Ketua 2015 - Arif Lubis 2018 - Fajar Siagian 2017

Dan di akhir tulisan, pada pengurus baru ada yang ingin aku ucapkan,
selamat berjuang menjalankan amanah tetaplah membawa Blogger Medan layaknya keluarga.

Jalan Jalan ke Pasar Malam di Medan

Blogger Medan, bukan sebentar aku membersamai mereka di tiap kegiatan, bahkan semakin hampir banyaknya kegiatan mungkin agenda satu ini yang membangkitkan kenangan. Bagaimana tidak mungkin, pasalnya di umur yang terbilang tidak muda ini malam itu seperti di ajak keliling menuju masa di mana masih semangatnya meraih mimpi dan harapan. Masa  kecil yang tanpa risau untuk memiliki mimpi dan harapan, masa kecil yang sedang bergairah untuk mencapai apa yang diinginkan dan tidak perlu terlalu banyak hal yang dipikirkan. Begitu membahagiakan.

blogger medan blog m
Senyum apa adanya ini didukung oleh fotographer dadakan

Perahu naga. Pada kesempatan yang langka, kami pun secara bersama-sama memilih sebuah wahana untuk sedikit merasakan bagaimana caranya berbahagia karena sebagian mungkin sudah lupa. Alhasil sekitar 11 orang yang hampir gila, teriak histeris tak terduga, ketika menunggangi perahu naga yang bergerak seperti ayunan TK. Tak sedikit yang tertawa, dan ada juga yang hampir mual kemudian dilema, memilih ikut teriak atau diam tanpa kata. Dan aku adalah salah satu penyumbang teriakan yang begitu bahagia, melupakan orang sekitaran yang melihat kami semua. Kepala pun mendadak pusing tak terkira, karena ayunan perahu naga tak berhenti gerakannya, teriakan kami mencuri perhatian warga, perahu naga semakin kencang ayunannya. Aku pun berprasangka, kami dijadikan objek untuk menarik perhatian seluruh warga, karena suara teriakan kami semua, banyak yang ingin mencoba wahana perahu naga.

blogger medan blog m
teriak-teriakan palsu hanya untuk meramaikan suasana

Ketika teman blogger yang lain melirik wahana biang lala seketika pilihan pun diputuskan, aku lebih memilih bersahabat dengan kenyataan, melihat kesanggupan untuk tidak melanjutkan petualangan. Mereka pergi meninggi melihat puncak pasar malam dari ketinggian, aku asyik berkeliling melihat banyak orang yang sedang mencipta kenangan, bersama anggota keluarga mereka dan orang-orang kesayangan. Pandangku tertuju pada wajah anak-anak yang berbahagia tanpa beban, aku pun tanpa sadar berusaha mengingat masa kecil yang tanpa ragu memikirkan masa depan. Ketika aku kecil dan menghabiskan masa kanak di TPA - Taman Pendidikan Al-qur'an, di sini aku pernah bermimpi ingin menjadi ustadz mungkin hanya sekadar ingin. Dan kemudian, entah apa yang menyebabkan aku merubah keinginan, memutuskan untuk ingin menjadi dokter dan lagi-lagi mungkin hanya sekadar ingin. Semakin bertambah umur bertambah juga beban pikiran, dan mulai lupa bagaimana caranya bermimpi dan memiliki harapan.

blogger medan blog m
sudah bisa jadi cover majalah bobo belum ya?

Keliling pasar malam dengan mereka seakan rindu masa kecil yang tak terduga, perlahan muncul membentuk jejaring bahagia, mengingatkan kembali bahwa mimpi dan harapan bukan hanya milik anak kecil tapi milik semuanya. Hanya saja, kita lupa bahwa mimpi dan harapan harus disertai ikhtiar dan juga berdo'a, titipkan sejenak pada Allah untuk nanti bertahap pelan mencapainya.

Mohon Maaf Dengan Sangat, Foto Bahagia Ini Diambil Tanpa Izin Orang Tuanya
Semoga Dimaafkan, Pada Allah Saya Mohon Ampun
pasar malam medan
pasar malam medan
pasar malam medan
pasar malam medan
Favorit Foto Anak Yang Mana?

Oh iya, nanti kita ke pasar malam ya, merajut kenangan bahagia, berdua saja.