AMPLOP LEBARAN; UNIKNYA BULAN RAMADAN; DILEMA ANAK KOS

Bulan ramadan identik dengan sebuah kepulangan, apakah itu diri yang pulang kepada fitrah menjadi manusia atau pun pulang dalam artian sebenarnya; pulang kampung. Semacam sudah menjadi ritual keharusan seseorang akan pulang ke kampung halamannya di bulan ramadan, apakah itu ketika puasa atau saat lebaran tiba. Kampung menjadi kepulangan yang paling indah untuk membahagiakan diri di bulan ramadan ini.

momen unik ramadan
Wajah bahagia ini tercandid melihat uniknya ramadan
Semua orang akan bergegas jauh-jauh hari untuk merencanakan jadwal pulang kampung mereka. Memesan tiket pesawat, memastikan jam keberangkatan bus, dan lain sebagainya. Pulang kampung untuk kebanyakan orang juga dimanfaatkan sebagai liburan bersama keluarga. Jika liburan keluarga biasanya di destinasi wisata, di bulan ramadan liburan keluarga menjadi berbeda, ada yang unik di tiap momen liburan lebaran.

Walaupun berbeda dari liburan pada umumnya, ketika liburan lebaran mereka seperti punya cara masing-masing untuk membahagiakan diri saat berkumpul bersama anggota keluarga lainnya. Para orang dewasa berbincang seputar pekerjaan atau hobi dan bahasan lainnya. Sementara para anak-anaknya dibiarkan berkeliaran dengan sepupu-sepupu mereka berbuat sesukanya dan kelak akan menjadi momen yang unik ketika dewasa saat mengenangnya. Mungkin salah satu kegiatan unik inu mewakili yang lainnya.

Bermain Di Kandang Kambing
Ada kebahagiaan tersendiri jika pulang kampung melihat-lihat yang tidak ada di kota perantauan atau di kota-kota besar tempat kita tinggal. Tidak perlu muluk-muluk misalkan saja kandang ternak pastinya tidak ada di tengah perkotaan, pasti seru bermain di sekitarannya. Memberinya makan, sekadar melihat-lihat dari kejauhan, atau bahkan diajak foto bareng. Tiap orang punya cara tersendiri memaknai momen unik ramadan mereka.

Menggunduli Pohon Berbuah Di Halaman Rumah
Jika para sepupu sudah berkumpul, tak kenal usia, ada aja yang akan dilakukan. Dari mulai berantakin ruang tamu dengan kue lebaran yang berserakan atau pergi ke luar rumah merusak pekarangan koleksi bunga di halaman. Yang paling ekstrim, pohon yang sedang berbuah di halaman dipaksa panen hanya untuk menciptakan kesenangan. Momen yang begitu unik, para sepupu bersama melancarkan aksi panjat pohon untuk menggunduli buah di pohon.

Berbagi Informasi Isi Amplop Lebaran
Nah, para anak-anak yang berburu amplop lebaran juga tak kalah punya momen unik. Tiap anak seperti mendadak melakukan siasat bagaimana agar dapat amplop lebaran dari paman dan bulik mereka. Tidak sedikit yang berbagi informasi dari mana amplop lebaran yang mereka dapat, atau berapa isi amplop dari paman ini dan paman itu. Yang paling sedih, jika amplop terlihat biasa aja, cenderung anak-anak mengambil isinya dan membuangnya, namun jika amplop lebaran terlihat keren mereka akan menyimpannya.

Bayangkan jika tradisi pulang kampung di tiap tahunnya tidak ada di bulan ramadan. Mungkin akan terasa seperti ada yang kurang lengkap, berkumpul bersama keluarga di saat lebaran pastinya sangat mengasyikkan. Sejauh apa pun kampung halaman, pasti mereka yang meninggalkannya jauh akan kembali pulang. Sekilas momen unik ramadan yang mungkin sebagian orang mengalami, bagaimana momen unik ramadan kalian?

Berbeda dengan momen unik ramadan yang aku jalani tiap tahunnya, sejak menjadi ketua partai anak kos nusantara aku dituntut untuk menjadi orang yang mempertimbangkan efisiensi keuangan. Belum lagi pulang kampung pastinya butuh uang lebih, awalnya aku mengira pulang kampung akan menguras isi dompet, padahal isi dompet pun tidak ada apa yang mau dikuras. Namun, ada saja rezeki yang tak terkira bahkan tak terhingga ketika menjelang bulan ramadan. Apakah itu dapat job review dari blog, atau dapat undangan mengisi materi seminar, alhamdulillah feenya bisa untuk modal ramadan pulang kampung. Intinya, sebagai anak kos jangan takut untuk pulang kampung, Allah Maha Kaya, Husnudzon ama Allah pasti Allah bantu. Aamiin

momen unik ramadan
Alhamdulillah diamanahin ama temen-temen ATTIK untuk mengisi bekal materi kepada para Trainer ATTIK
Yang awalnya dilema untuk pulang kampung akhirnya pulang juga, dilema diuber ponakan menagih amplop lebaran, dilema berondongan pertanyaan dari sanak keluarga "kapan bawa pacarnya?". Dilema-dilema yang tak beralasan pun perlahan hilang, dan padahal pacar-pacaran kan gak boleh dalam islam kan ya, apalah daya keluarga besar masih pakai bank konvensional belum pindah ke bank syariah, harus ekstra daya dan upaya untuk memberikan pemahaman agar tidak terkesan mengajari. Dalam senyum aku pun menutup pertanyaan,

"kan gak boleh pacaran bude, nanti aja kalo udah ada istri pasti dibawa kok"

Untuk sebagian orang, mungkin di umur yang tak lagi muda bakalan takut pulang kampung karena pertanyaan nyesek demikian, untuk aku pribadi aman-aman saja karena hal itu merupakan salah satu momen unik di ramadan. Bagaimana dengan ramadan kalian?