ETIKA BERMEDIA SOSIAL, DEKLARASI NETIZEN DI GEDUNG MPR RI

Cara bijak menggunakan media sosial dengan baik dan benar, memberikan dampak positif dan mengatasi pengaruh negatif dari media sosial, pengertian etika dan manfaat fungsi media sosial, tertuang dalam deklarasi netizen MPR RI

Deklarasi Netizen MPR RI
Udah Kayak Candid Belum?
Pernah gak sih kelen dapat broadcast dari seorang kawan yang isinya itu bikin naik gula darah, bahkan ketika ditanya keaslian dari apa yang dikirim, mereka menjawab "hanya meneruskan, semoga bermanfaat,". Aku ragu, sebelum membagikan informasi itu, kayaknya mereka gak membaca secara teliti bahkan gak menelusuri kejelasan dari informasi yang didapatnya, cuman langsung menyebarkannya tanpa berpikir jauh.

Inilah masalah yang sekarang sama-sama kita hadapi, terlalu cepat percaya akan informasi yang didapat, bahkan gak sedikit informasi yang disebarkan mengandung ujaran kebencian, provokasi, dan terburuknya lagi bisa mengancam ketahanan ideologi negara republik Indonesia. Maaf, kalau tulisan ini dimulai dengan isu yang terlalu berat, tapi nyatanya hal ini ada di sekitar kita, ada di genggaman kita, yang perlu menyaring informasi ini adalah kita juga, gak mungkin kan orang lain.

Gak berhenti cuman di situ, ada juga kebiasaan buruk pengguna media sosial yang terlalu cepat menghakimi pengguna media sosial lain. Merasa dirinya yang paling benar, dan ketika ada informasi dari media sosial gak sesuai dengan ekspektasinya atau gak sesuai dengan pola pikirnya, mereka langsung memberikan komentar buruk, komentar yang menghina dan komentar yang mengundang pengguna media sosial lain untuk adu otot melalui kolom komentar. Adu otot di kolom komentar media sosial, cuman menciptakan kebencian dan gak berujung penyelesaian, pada akhirnya yang ada cuman debat kusir.

Mirisnya lagi, ada beberapa pegiat media sosial dengan akun anonim, memanfaatkan kebiasaan buruk pengguna media sosial untuk membangun akun-akun anonim mereka, kemudian berharap banyak follower biar diendorse dan dibayar pemilik produk. Sengaja menyebarkan informasi yang mengandung ujaran kebencian, informasi yang mengundang perang komentar, dan informasi negatif lainnya bahkan informasi hoax juga disebarkan demi naikin jumlah follower.

Mungkin berawal dari keprihatinan sama kebiasaan buruk pengguna media sosial sekarang ini, maka Biro Humas Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia mengajak dan mengundang kami para perwakilan netizen seIndonesia untuk duduk diskusi sama-sama membahas solusi nyata secara normatif yang harapannya bisa mengurangi kebiasaan buruk yang kerap terjadi di dunia maya. Kami netizen dari Medan, Jakarta, Bandung, Surabaya, Palembang, Yogyakarta, Makassar, Manado, Denpasar, dan Semarang, total 44 netizen mengikuti serangkaian agenda dari Humas MPR RI terkait isu media sosial selama 3 hari berturut di kota Jakarta, mulai tanggal 7, 8 dan 9 Desember. Selanjutnya setelah melalui diskusi yang panjang, maka tercetuslah 4 butir deklarasi netizen MPR RI yang dideklarasikan pada tanggal 8 Desember 2018 dan harapannya bisa menjadi acuan dalam etika bermedia sosial. Isi dari deklarasi netizen bisa kelen lihat di sini;

deklarasi netizen mpr ri


1. Tidak menyebarkan konten hoax dan SARA
Mungkin banyak yang menyebarkan konten hoax cuman untuk lucu-lucuan, tapi bayangkan jika konten hoax yang kelen sebarkan itu ternyata berdampak negatif untuk orang lain. Belum lagi konten hoax yang kelen sebarkan itu menyangkut isu suku, agama, ras dan antar golongan, tentunya akan menyebabkan kontra bagi yang melihatnya, akan menimbulkan kebencian di sana - sini. Belum lagi, sekarang ini konten hoax yang menyangkut SARA dikemas kayak informasi betol hingga gak terkesan hoax. Banyak malahan, akun-akun media sosial yang sengaja bermain konten hoax dan SARA memang untuk menimbulkan keributan di jejaring dunia maya agar akun mereka dapat banyak perhatian. Lalu bagaimana, cara mengatasi dampak negatif dari konten hoax dan SARA?

2. Bijak bermedia sosial sesuai dengan Pancasila
Cara mengatasinya berawal dari diri kita sendiri, jangan terlalu mempercayai informasi yang tersebar dengan mudah, lakukan analisa terlebih dahulu cari sumber informasinya, cari perbandingan informasi sejenis dari sumber lainnya, kemudian kita pasti bisa menyimpulkan apakah informasi itu asli atau cuman informasi hoax. Cuman bijak saja main media sosial belum cukup, harus mengamalkan nilai-nilai luhur dalam Pancasila ketika bermain media sosial. Jadi, sikap saling menghargai dalam berinteraksi di dunia maya terjalin, jika mengamalkan nilai-nilai luhur dari Pancasila di segala aktifitas bermedia sosial.

3. Menerapkan Empat Pilar MPR RI dalam literasi digital
Sebenarnya bisa dibilang, nilai 4 Pilar MPR RI sudah tertanam sejak kita lahir di bumi Indonesia, cuman kadang sering gak dipake dalam kehidupan sosial bermasyarakat. Sederhananya, orang dengan mudahnya buang sampah dari kaca mobil mereka, orang merokok di tempat umum yang di sana ada ibu hamil dan orang tua, banyak sekali contoh sederhana orang-orang tidak mengasah kepekaan 4 Pilar MPR RI dalam diri mereka. 4 Pilar MPR RI tersebut adalah (1) Pancasila, (2) UUD Tahun 1945,  (3) NKRI dan (4) Bhinneka Tunggal Ika. Pengertian literasi digital itu sendiri adalah minat, sikap dan kemampuan manusia untuk menggunakan teknologi digital dan alat komunikasi dalam berbagai hal, agar dapat berpartisifasi secara efektif dalam masyarakat digital.

4. Bersatu membuat keren Indonesia dengan konten yang positif
Indonesia itu sudah memang keren dari sananya, bersyukurlah manusia di bumi Indonesia hidup berbahagia di dalamnya, cuman manusia milenial ini tidak terlalu perhatian untuk membagikan hal-hal menarik dari Indonesia melalui media sosial. Indonesia banyak sekali ragam kekayaannya di tiap daerah, maka perlu seharusnya membagikan konten yang positif untuk memberikan informasi ke banyak orang bahwa Indonesia memang keren.

deklarasi netizen mpr ri
Penanda-tanganan Deklarasi Netizen
dari kiri Nurliya Apriyana, tengah ibuk Siti, kanan Lee Min Ho KW Super

Kayak gitulah sekilas tentang isi dari 4 butir deklarasi netizen yang harusnya menjadi pedoman bermedia sosial para netizen di seluruh Indonesia. Nah, setelah dirumuskan, ada penandatanganan isi deklarasi oleh para netizen yang ikut menggagas butir-butir deklarasai ini. Aku juga kebagian tanda tangan ditemani Kepala Biro Humas MPR RI, buk Siti Fauziah SH. MH.

BACA JUGA: SOSIALISASI 4 PILAR MPR RI DI MEDAN

Alhamdulillah, aku pun terpilih mewakili kota Medan untuk pergi ke Jakarta dengan kawan-kawan netizen lainnya, Rudi Hartoyo, Ririn Wandes, dan Faizah Ja'far. Sebuah amanah yang gampang-gampang susah untuk diemban, karena menularkan semangat bermedia sosial adalah tugas yang tidak mudah. Semoga, kelen yang baca tulisan ini menjadi tercerahkan bagaimana memanfaatkan media sosial ke arah yang lebih baik.

deklarasi netizen mpr ri
Walau telapak kaki hampir pecah
foto tetap bahagia

HARI PERTAMA DI JAKARTA
Perjalanan ke Jakarta diawali dengan heboh masing-masing, dikarenakan pesawat yang kami naiki untuk ke Jakarta lepas landas jam 5 pagi waktu Indonesia bagian Medan, alhasil harus sangat pagi kali untuk ke Bandara Internasional Kuala Namo yang jaohnya minta ampon. Aku sendiri udah persiapkan barang bawaan dari 1 hari sebelumnya, dan sekitar jam 2:30 berangkat sama Rudi Hartoyo numpang naik mobilnya untuk berangkat pagi-pagi kali KNIA. Disusul Ririn Wandes yang pergi naik Grab pagi-pagi kali, dan Faizah yang tiba-tiba gak ada kabar jam 3 pagi, kami pun mendadak heboh, khawatir si Faizah ketinggalan pesawat. Gak lama, ternyata Faizah pun berkabar alhasil legalah hati kami, kalo semisal telat kan bahaya.

Aku gak gitu menikmati perjalanan, naik kendaraan apa pun itu aku selalu tidur, jadi gak bisa menikmati pemandangan di atas langit, bangun-bangun udah sampai Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Sebenarnya hotel yang sudah dipesan untuk kami, baru bisa check in jam 3 sore, sementara kami sampai di Jakarta jam 7 pagi, sengaja bisa biar bisa keliling dulu, dan destinasi pertama adalah Monumen Nasional. Berhubung baru pertama main ke Monas, ya kami pun naik Grab, katanya kalo di Jakarta Grab lebih murah dibandingkan dengan Gojek, atau ini hanya pendapat pribadi seseorang aja.

Monas kami pun sampai, setelah berkeliling Jakarta, melihat bangunan-bangunan tinggi yang banyaknya bukan main dari jendela mobil Grab, aku pun merasa asing. Di luar ekspektasi, ternyata Monas luas kali, bahkan dari parkiran mobil mau ke Monasnya aja udah terasa capek berjalan kaki. Kami langsung berpencar, mencari spot foto masing-masing, aku sama rudi dan Wandes sama Faizah naik kereta wisata pergi ke pintu masuk Monas. Aku dan Rudi memilih berjalan kaki, untuk segaknya bisa menikmati pemandangan sekitar dan mengarah ke Monumen Nasional juga. Tapi gak sangka, jaraknya jauh kali diluar ekspektasi, baju pun udah basah keringat dan panas matahari pagi bikin baju jadi kering di badan.

Lanjut lagi, gak mau berhenti, setelah dapat informasi kalau Wandes dan Faizah terjebak kemacetan antrian di pintu Monas, kami pun mengurungkan niat untuk naik ke Monas dan mengganti haluan ke Masjid Istiqlal itu loo Masjid yang biasa ada di TV-TV kalau sholat hari raya. Sekilas aku taunya di GMaps, jarak Masjid dari Monas itu dekat, tapi capek juga dibawak jalan kaki, belum lagi pintu terdekat dari Masjid Istiqlal ditutup karena ada renovasi, kami pun mutar. Perjalanan hari pertama di Jakarta dipenuhi peluh keringat yang kering di badan, setelah sampai banyak sekali yang nawarin kami plastik kresek. Untuk apa pikirku, baru sadar kalau plastik itu untuk tempat sepatu biar dibawak ke dalam, biar gak hilang kalau diletakkan di luar. Kami cuman menitipkannya ke penitipan sepatu di Masjid Istiqlal dan gratis, gak kayak Masjid di Medan penitipan sepatu gratis sih, tapi disuruh bayar seikhlasnya.

masjid istiqlal jakarta
Abaikan dengan poni supermannya ya wee
Setelah sholat tahyatul masjid dan foto-foto ganteng, kami pun balik ke Monas sekitar jam 11 berjalan kaki lagi. Istirahat, di foodcourt yang ada di Monas, kami pesan es jeruk dan es kelapa, begitu terkejut ketika mau bayar, apa salah itung atau memang segitu harganya, tapi iyalah pulak tempat wisata pasti mahal-mahal kan yaa, atau karena kami nongkrong di lapaknya terlalu lama dan cuman pesan 4 air minum, entahlah. Sudah masuk waktu sholat jum'at, kami pun bergegas sholat di masjid dekat foodcourt, kemudian selanjutnya pesan Grab untuk pergi ke Hotel.

Uniknya, di Jakarta pesan Grab bisa berubah-ubah harganya sewaktu-waktu tergantung jam-jam pesannya, kalo jam siang permintaan pesanan banyak jadi harga Grab mahal. Kami pun ada nunggu sekitar 1 jam, biar harga Grab turun barulah kami pesan. Sampainya di Hotel Sultan Residence jam 1:30 kami kelaparan, sementara check in tunggu lagi jam 3, kami memutuskan cari makan siang yang terdekat dari Hotel Sultan. Bertanya sama satpamnya, ada plaza benhill terdekat dari Hotel Sultan, tapi kalo dari bangunannya kayaknya sih itu hotel jauh, kami pun gak akan jalan lagi, udah capek lebih baik naik grab. Niatnya, pergi mau makan fastfood, sampainya di sana ada yang lebih menggugah selera nasi padang. Eh-eh, ketika pesan makanan pun datang dengan semua sajian dijejering di atas meja, kami pun kalap dan bingung mau pilih yang mana. Singkat cerita setelah makan, kami balik ke hotel untuk check in.



Wah wah, walau terbilang hotel lama, tapi suasana di dalam hotel sangat asri dan memanjakan mata, bahkan kamarnya pun sangat nyaman, nanti di lain kesempatan aku akan review hotel ini yaa. Kemudian, setelah check in kami pun istirahat 1 kamar untuk 2 orang, sengaja dipisah oleh panitia agar saling bersilaturahim sesama peserta, aku dipasangkan, dengan Fahri netizen dari kota Makassar.

Jam pun menunjukkan waktu hampir malam, kami bergegas untuk mengikuti agenda pertama pembukaan deklarasi netizen, diawali dengan kenal-kenalan, kegiatan mereka dan nama blog mereka. Yang paling unik cara mereka berkenalan, bikin gelak tawa suasana bahagia yang pecah, ada gaya kenalan bang Casmudi yang mengundang gelak tawa, bahkan ada yang nama blognya mantanidaman.com yang bikin riuh suasana sepanjang agenda pembukaan.

Dan setelah sesi berkenalan, kami ditodong buat kelompok untuk merumuskan butir-butir yang akan dideklarasikan, wah pengalaman yang gak bisa dilupakan. Baru pun kenalan, langsung ditugaskan bikin kelompok dan merumuskan sebuah gagasan untuk deklarasi netizen. Hampir larut malam kami berdiskusi di ruang hotel, udah macem kerja kelompok itu hari, tapi walau pun larut kami puas hasil dari butir-butir deklarasi netizen mencapai mufakat.

museumacan jakarta
Abaikan jari lentikQ

HARI KEDUA DI JAKARTA
Jika hari pertama bikin seru, hari kedua gak kalah serunya, karena kami berkunjung ke Gedung MPR RI yang terletak di jalan Gatot Subroto No. 6 Jakarta. Sebelum raun raun di kota Jakarta, pagi-pagi kali kami berkumpul di Gedung MPR RI naik bis dari hotel Sultan. Kami diberikan akses khusus raun raun ke dalam Gedung MPR RI yang artinya ini kesempatan langka, karena tidak sembarangan orang bisa masuk ke gedung MPR RI. Di sini, kami mendengarkan welcome speech dari Ibu Siti Fauziah SH. MH yang menjabat selaku Kepala Biro Humas MPR RI dan juga Mas Andrianto Madjid SE. MM yang menjabat selaku Kepala Bagian PDSI MPR RI (Pengolahan Data dan Sistem Informasi).

Dari keduanya, aku dapat menyimpulkan bahwa harapannya dari serangkaian agenda ini, peserta dari berbagai kota dapat menularkan semangat bermedia sosial secara positif sesuai yang terkandung dalam nilai-nilai 4 Pilar MPR RI. InsyaAllah, amanah yang gak gampang untuk menularkan semangat bermedia sosial yang positif di kota Medan. Selanjutnya, kami membacakan deklarasi bersama di ruangan tersebut, deklarasi yang telah kami rumuskan malamnya dengan mata ngantuk, badan capek, hati yang rindu, halah. Setelah itu, kami keliling menikmati bangunan yang penuh sejarah ini, berfoto riang gembira mengambil spot-spot foto yang keren, yang pasti kelen ngiri kalo liat fotonya.



Setelah puas, raun-raun di Gedung MPR RI, ada yang foto-foto ada yang bikin vlog ada juga yang gak ngapa-ngapain karena terlalu panas, hanya ngadem di dalam ruang gedung. Kalo aku, jangan ditanya, udah keringatan dari awal foto-foto, lari sana sini biar spot menarik gak ada orang banyak jadi background foto. Lanjut gerak ke museumacan, mendengar kata macan pasti kelen kira museum yang dipenuhi dengan hewan macan-macan langka. Salah, museumacan itu singkatan dari Modern And Contemporary Aart in Nusantara. Jadi, pameran seni yang dipamerkan disini bukan selamanya akan dipamerkan, setiap setahun sekali diganti dengan pemeran seni karya seniman lainnya. Ketika kami berkunjung ke sana, karya karya yang dipamerkan itu karya seniman Indonesia Arahmaiani dan Lee Mingwei seniman Taiwan.

kota tua jakarta
Sampai juga ke kota tua Jakarta
Sangat seru, berkunjung ke musemacan, nanti lain kesempatan aku akan ulas ya review museumacan. Setelah dari museumacan kami berkunjung lagi ke kota tua Jakarta jalan fatahillah, banyak bangunan-bangunan tua yang sungguh memanjakan pemandangan mata, dan sangat cocok untuk berfoto di sini, tapi karena terlalu ramai ketika kami ke sana, aku kurang tertarik untuk mengambil gambar di sini, hanya berkeliling saja melihat orang-orang bersepedaan atau berfoto dengan orang yang berlagak kayak patung.

Sore pun datang, kami bergegas naik ke bus lagi dan melanjutkan perjalanan ke Ancol tepatnya di Jimbaran Resto. Makan malam yang ditemani dengan lantunan musik-musik di tepi pantai, sangat membangkitkan suasana. Kalau candle light dinner sama pujaan hati sungguh romantis di sini yaa. Tapi karena baterai kamera habis saat di Jimbaran, gak banyak foto yang bisa aku abadikan, hanya ketika menikmati matahari terbenam saja.

deklarasi netizen mpr ri
Sahabat Sahabat Netizen MPR RI nan Lyncha


HARI KETIGA DI JAKARTA
Gak terasa, kami semua yang menjadi peserta deklarasi netizen akan berpisah setelah 2 hari bersama. Walau pun gak banyak yang bisa diutarakan, tapi banyak sekali kebersamaan yang berkesan. Di hari ketiga, kami kembali lagi untuk penutupan serangkaian agenda deklarasi netizen MPR RI di Gedung MPR RI. Aku dan kawan-kawan lainnya sengaja ambil tiket pulang jam malam, tapi mengkhawatirkan dapat jam tiket pulang siang hari, mana agenda belum selesai dan harus buru-buru mengejar pesawat. Di hari penutupan deklarasi netizen, tidak hanya buk Siti dan mas Andrian, pak Sesjen MPR Dr Ma'ruf Cahyono SH. MH juga datang untuk memberikan apresiasi kepada kami para netizen yang hadir. Pak Sesjen menegaskan sama kami semua para netizen seIndonesia terkait butir deklarasi netizen, bahwa sangat baik sekali gairah dan semangat bermedia sosial jika semua masyarakat benar-benar menerapkan butir-butir dari isi deklarasi netizen.

deklarasi netizen mpr ri
Nah, yang tengah ini adalah Pak Sesjen
Tapi kok aku keliatan paling tua ya :)


Setelah agenda deklarasi netizen ditutup, dan berfoto bersama, serta banyak pewarta yang ingin memberitakan kabar baik ini. Kami pun pulang ke kota kami masing-masing dengan wawasan yang bertambah, dan rindu yang membuncah untuk bertemu kembali di tahun depan. Untuk kota Medan, setauku baru tahun ini MPR menyembangi kota kami, namun berbeda di Jakarta atau kota lainnya yang sudah dikunjungi MPR sebanyak 3 kali tiap tahunnya. Semoga, jika ada tahun depan, aku terpilih lagi mewakili kota Medan sebagai Netizen MPR RI.

PENGALAMAN JADI AUDIO RECORDER PAKAI ZOOM H4N HANDY RECORDER

Mungkin ini review alat sound recorder untuk filmmaking dan berbagi tips menjadi audio recorder dalam filmmaking. Sebuah pengalaman menjadi crew di sebuah projekan film pendek islami yang diproduksi oleh komunitas Fisabilillah Production. Jauh memandang ke belakang, aku lupa tepatnya kapan, mungkin sekitar awal tahun 2016, aku resmi tergabung di komunitas filmmaker. Dan, alhamdulillah satu visi dan misi, hingga bertahanlah sampai sekarang ini.

Tak lagi genap 1 bulan menjadi bagian dari komunitas ini, mereka sudah merencanakan akan produksi film pendek, sungguh komunitas yang produktif sejauh ini, hingga pun sekarang tetap produktif menurut pengalamanku tergabung di komunitas ini. Rapat pun digelar, dengan membahas ide cerita yang akan diangkat menjadi sebuah film. Karena sebelum tergabung di komunitas ini, aku sudah sangat fasih tulis-menulis fiksi, aku pun mengajukan ide cerita dari cerpen berjudul "Lenyap Dalam Sunyi". Premisnya sederhana, hanya ingin mengingatkan orang untuk kembali membaca dan mengkaji Al-Qur'an.

tips jadi audio recorder, filmmaker muslim

Kembali sejenak, tahun 2015 adalah titik jenuh atas pertanyaan-pertanyaan tentang kemana akhir dari karya-karya tulis yang pernah aku tulis selama ini. Mungkin aku adalah orang yang menulis cerpen untuk kesenangan semata, sesekali dipublish dan tidak sedikit yang tiba-tiba hilang entah di mana. Lalu bagaimana, jika karya-karya yang hilang lalu terbaca orang dan kemudian membuat orang yang membacanya semakin jauh dari fitrah berbuat kebaikan. Dan selanjutnya, aku memutuskan untuk menuliskan pesan-pesan kebaikan dalam setiap cerpen-cerpen ini. Tapi sekarang, sudah lama tak menuliskan cerpen lagi, hanya menulis naskah film jika kebetulan masuk ke divisi naskah. Terkadang nulis itu sebenarnya mudah, hanya saja motivasi untuk memulai tulisan yang agak sulit, mungkin bukan aku saja, di antara kita mungkin demikian juga.

Segitu saja mukadimahnya, nanti di akhir tulisan ini aku akan kasih cerpennya dan juga film pendek pertama dan aku kebagian divisi audio. Menjadi seorang filmmaker muslim, sebenarnya tidak ada dalam daftar cita-citaku ketika SD, dulu hanya berpikir bagaimana menjadi seseorang yang bermanfaat dan produktif. Aku percaya, takdir membawaku ke komunitas film ini, tidak hanya produktif tiap karya film yang dihasilkan, insyaAllah akan menjadi amal jariyah untuk crew dan para pemainnya. Sebab, film-film yang diproduksi Fisabilillah Production adalah usaha kami untuk "Amar Ma'ruf Nahi Munkar" mengajak dalam kebaikan dan mencegah keburukan melalui film.

Menjadi Audio Recorder pakai Zoom H4n Handy Recorder

Tips ini berdasarkan pengalaman ketika produksi film dengan kawan-kawan fisabilillah production semoga tercerahkan, dan sedikit review alat Zoom H4n Handy Recorder yang digunakan oleh Fisabilillah Production.

Tips Menjadi Audio Recorder Filmmaker


Kadang ketika aku menjadi audio recorder, mungkin bukan aku saja juga di antara kita banyak sekali menyepelekan beberapa hal yang sebenarnya adalah hal yang krusial, dan mungkin ini salah satunya atau jika kamu punya saran lain silahkan.

  • Nanti, Bisa Dirapikan Diediting
Jangan berpikiran jika ada audio yang noise, semua diserahkan pada tahap post-production, tidak selamanya tahap editing bisa merapikan kesalahan dari audio yang sudah kita rekam. Baiknya, diambil ulang jika ada audio yang tidak stabil, daripada bergantung pada editor.

  • Jangan Labil Sebagai Audioman
Jika terdengar ada suara yang mengganggu namun pelan, lebih baik katakan saja untuk mengulang pengambilan adegan. Jika, bertanya lagi dengan sutradara apakah audio tersebut bisa dipakai, tetaplah sarankan untuk mengulang adegan, jika sutradara ingin melanjutkan adegan berikutnya, itu bukan kesalahan audio recoreder.

  • Divisi Audio Recorder Bukan Kerja 1 orang
Banyak yang mengira, kalau audio recorder bisa dipegang satu orang, big no. Minimal 2 orang, dalam skala produksi yang lebih besar, malahan divisi audio recorder bisa banyak lagi. Yang paling penting, 1 orang audio recorder dan 1 orang lagi yang fokus menjadi boom operator jika menggunakan boom pool.

  • Menyepelekan Lokasi Shoting
Tiap lokasi shoting punya tantangan yang berbeda-beda, jika shoting di lokasi sungai tentu ada suara air yang mengalir, dan bagaimana mengatasinya adalah tugas divisi audio. Tetap teliti, kemungkinan suara apa yang akan mengganggu jalannya shoting.

  • Perhatikan Background Noise
Kadang suara yang menurut kita pelan, ternyata sangat mengganggu ketika proses post-production, alhasil audio tidak natural ketika diedit untuk diperbaiki. Lebih baik, memastikan jika ada suara-suara pelan yang bisa mengganggu audio untuk film.

  • Jangan Asal Pilih Boom Operator
Boom operator seharusnya mengikuti instrusi seorang audio recorder, tapi lebih baik memilih orang yang berpengalaman dalam bidangnya, hanya saja pada skala komunitas film, tentu semua crew bisa belajar. Menjadi boom operator yang baik harus saling kerja sama dengan audio recorder.

  • Dialog Tumpang Tindih
Kesalahan yang sangat fatal, jika ada suara yang lebih besar di tengah dialog, bahkan kadang beberapa komunitas film menghalalkan adegan dialog yang tertindih karena mungkin sudah kelelahan produksi. Lebih baik, mengambil ulang adegan jika dialog tidak jelas atau tumpang tindih.

filmmaker muslim

Review Alat Filmmaker: Zoom H4n Handy Recorder

Aku hanya menceritakan pengalaman menggunakan alat sound recorder ini, bukan ingin menjelaskan secara teknis dari alat tersebut, tentunya lebih banyak yang ahli untuk menjelaskan Zoom H4n Handy Recorder. Hanya saja, saya yang pemula ini langsung pegang alat Zoom H4n Handy Recorder tidak ada masalah.

  • Mudah Dioperasikan
Sebelumnya, tidak pernah memegang alat recorder yang sejenis, baru pertama kali itu ketika produksi film pendek "Lenyap Dalam Sunyi" langsung mengoperasikannya. Tidak butuh waktu lama, untuk berkenalan dengan tiap fungsi tombol yang ada di alat ini. Sangat rekomendasi untuk digunakan walau pun untuk seorang pemula seperti aku.

  • Informasi Layar Mudah Dimengerti
Informasi di layar Zoom H4n Handy Recorder sangat mudah untuk dimengerti, status bar yang bergerak jika ada audio yang masuk sungguh responsif, bahkan pada record level tertentu kita bisa membedakan mana noise mana yang audio dialog.

  • Baterai Yang Mudah Untuk Diganti
Untuk produksi yang membutuhkan didesak waktu, mengganti baterai alat Zoom sangat mudah karena menggunakan baterai yang dipakai oleh semua orang dan dijual di toko-toko, bukan batearai yang dicharge dan akan merepotkan.

Hanya saja, ketika alat Zoom ini masih dalam keadaan baru semua aspek nyaman-nyaman saja ketika digunakan. Namun sekarang, di tahun ke 3 produksi Fisabilillah Production menggunakan alat ini, ada kendala sedikit ketika baru menghidupkan alat ini. Terlalu lama membaca memory ketika dihidupkan untuk pertama kali, mungkin dikarenakan memory yang kurang bagus atau karena human error (jatuh tak sengaja) selama produksi.

Semoga pengalamanku menggunakan alat Zoom H4n Handy Recorder bermanfaat, jika ada pengalaman yang sama atau ingin berbagi tips juga menjadi seorang audio recorder silahkan isi kolom komentarnya. Seperti yang aku janjikan, berikut cerita pendek "Lenyap Dalam Sunyi" dan juga hasil produksi fisabilillah production mengangkatnya menjadi film pendek.

Sekilas tentang film pendek Lenyap Dalam Sunyi, alhamdulillah berkat rahmat Allah diberikan amanah sebagai film terbaik di kompetisi film pendek Islamic Film Festival di Bandung pada tahun 2016.

film maker muslim lenyap dalam sunyi
klik

SEBELUM MENGGENDONG BAYI; SISTEM KEKEBALAN TUBUH; DAN GEMESH YANG TERLALU

Tulisan ini sudah dipikirkan secara matang dalam tempo waktu yang sesingkat-singkatnya, diri yang jomblo ini akan menuliskan sekilas pembahasan tentang apa yang perlu diperhatikan sebelum menggendong bayi, tentang sistem kekebalan tubuh si bayi, dan juga menahan keGEMESHan yang terlalu. Tentunya setelah kamu selesai membacanya akan banyak komentar, mengapa seorang jomblo menulis beginian apakah content placement atau tulisan endorsement, sudahlah nikmatin saja toh tinggal baca gak disuruh nulis. Yang jelas diri ini siap untuk dibully.

Bohong jika melihat dedek gemesh tapi tidak punya modus untuk menggendongnya, setidaknya menyapanya, bercanda dengannya, mencuri tawa atau senyumnya yang menggembirakan kalau dilihat, kesempatan yang langka. Namun sayangnya tidak sedikit di antara kita mengetahui beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum modus untuk menggendong si dedek bayi yang gemesh. Tentunya bayi ini berumur sekitar 7-9 bulan yang kerap dijadikan rebutan di kalangan pemburu pipi tembem, karena umumnya di umur ini si dedek bayi udah bisa di ajak jalan menikmati pemandangan berkeliling-keliling kota sama orang tuanya, iya kali sendirian gak mungkinlah si dedek bayi pesan ojek nnline untuk jalan-jalan sendirian. Berikut sedikit banyaknya, hal yang harus kita perhatikan sebelum menggendong si dedek bayi.

cara menggendong bayi yang nyaman

KEBERSIHAN DIRI

Ini yang kadang suka terlewatkan, tanpa mempertimbangkan kebersihan diri, kita dengan pedenya ajak si dedek bayi untuk digendong. Pastikanlah kebersihan diri kita, jangan menggendong si dedek bayi dalam keadaan jomblo, eh salah dalam keadaan kotor. Bersih di sini artinya bebas dari kuman, dan bagi pria sunyi yang merokok asap rokok tentunya akan menempel di pakaian kita, hukumnya haram pria perokok menggendong bayi. Kasihan dedek bayinya nanti kalau jatuh sakit siapa yang tanggung jawab, tentunya orang tuanya kan?

TERBEBAS DARI HAL YANG TAJAM

Nah, kalau yang ini juga harus diperhatikan, apa-apa saja yang sedang melekat pada pakaian kita. Apakah jarum jilbab, bros jilbab, atau kumis tajam ala wak doyok. Sebelum kita menggendong dedek bayi, pastikan hal-hal tajam yang membahayakan si dedek bayi sudah dilepaskan, atau bila perlu janganlah menggendongnya dulu kalau masih pakai jilbab yang menggunakan bros.

GAK PERLU DICIUM

Baju bersih, tangan pun sudah pasti jauh dari kuman, dan tidak ada hal tajam yang bisa membahayakan si dedek bayi, nah kamu boleh menggendongnya. Eits, tunggu dulu, gak perlulah menciumnya, bisa jadi kamu tidak sadar sedang terjangkit penyakit dan sistem imun kamu sedang berjuang melawannya jadi tidak terlalu kelihatan seperti sakit, namun hal ini berbeda sama si dedek bayi. Karena sistem kekebalan tubuh dedek bayi berbeda dengan kekebalan tubuh orang dewasa, jadi janganlah menciumnya di pipi, di kening, atau di bibir.

JANGAN MEMAKSA

Yang satu lagi, sebelum kita benar-benar ingin menggendong si dedek bayi, janganlah terlalu memaksa si dedek bayi untuk mau kita gendong, nanti kalau nangis kan orang tuanya yang repot, kita kalau udah gagal gendong langsung pergi, orang tuanya yang berusaha mendiamkannya. Si dedek bayi punya penilaian tersendiri tentang siapa yang menggendongnya, biasanya yang tidak mau digendong berarti kita bisa dipastikan tidak nyaman cara menggendongnya. Si dedek bayi hanya nyaman digendong orang tuanya, jadi jangan galau kalau ditolak, masih banyak dedek-dedek bayi gemesh lainnya, yang mungkin akan memilih kita. Percaya dirilah!

AMBILLAH KURSUS MENGGENDONG

Ketahuliah cara menggendong itu berbeda-beda, bahkan karakterisitik menggendong yang aman sesuai umur juga berbeda, carilah guru yang bisa mengajarkan kita untuk menggendong si dedek bayi yang nyaman. Dan kemudian jika kita sudah lulus, dan mendapatkan sertifikasi penggendong yang nyaman, barulah kita bisa menggendongnya.

ORANG TUANYA RIDHO?

Apakah kita sudah bisa menggendong dedek bayi, belum tentu, yang paling utama adalah ridho orang tuanya. Di mulut, orang tuanya sih ngasih-ngasih aja kalau kita punya niat menggendongnya, tapi perhatikan raut muka orang tuanya ridho gak kalau anaknya kita gendong. Jangan menggendong si dedek bayi, kalau orang tuanya gak ridho, nanti kualat gak boleh ya. Jadi, sebelum menggendongnya, pdktlah ama orang tuanya, yakinkan orang tuanya kita bisa menggendongnya dengan benar, sudah dalam keadaan bersih dan bersuci, dan sudah punya sertifikasi penggendong yang handal. Tapi tetap saja, orang tua gak ridho, yasudahlah berarti kita memang ditakdirkan untuk jomblo setahun lagi.

Kalau saya pribadi, bukan perkara takut untuk gendong bayinya, tapi kita tidak tau kuman apa yang sedang menempel di baju kita, apakah kekebalan tubuh si dedek bayi mampu mengatasinya. Tapi jika, si dedek bayi yang minta digendong itu lain cerita. Baby yang digendong ini namanya Xhaka, pertemuan kami diawali dengan aku yang ngomong-ngomong sendiri, bertanya banyak hal, dan gak dijawabnya. Tapi kalau dijawab, tekejut juga jadinya, coba bayangkan, kita lagi nanya "Xhaka kalau besar mau jadi apa" terus dijawab "yang pasti gak mau jadi kayak om, udah jomblo, jelek, idop lagi" nyesek cuy . . .

Jadi sebenarnya si Xhaka ini, kata orang tuanya suka dengan pria-pria jenggotan apalagi jenggotnya panjang, mungkin menurutnya pria jenggotan bisa memberikan gendongan yang nyaman, atau pria jenggotan punya aura-aura kebapakan. Masalahnya, jenggotku sedang tipis-tipisnya itu hari dipotong untuk keperluan shoting film pendek checklah di sini, berarti indikatornya bukan karena jenggot. Begitulah singkatnya pertemuan dengan Xhaka yang minta digendong, dan terkait dengan kekebalan tubuh si dedek bayi, benarkah kalau si dedek bayi dibiasakan digendong orang lain akan membuat kekebalan tubuhnya meningkat, entahlah mungkin ini hanya mitos belaka. Namun, berikut sekilas ulasan darimana sistem kekebalan si dedek bayi berasal.


KEKEBALAN TUBUH SI DEDEK BAYI BERASAL DARI EKSTRAK KASIH SAYANG YANG DISEBUT ASI

Tentunya, untuk dedek bayi yang belum bisa makan apa apa, sumber kekebalan tubuhnya dari apa yang masuk ke tubuh dedek bayi yaitu air susu ibu (ASI). Ternyata, ASI itu manfaatnya untuk si dedek bayi dahsyat cuy. Bagaimana tidak dahsyat, sebelum si bayi diberikan makanan pendamping ASI, secara keseluruhan sistem kekebalan tubuh si dedek bayi dibentuk dari ASI yang diminumnya. Jelas, ASI menjadi sangat penting untuk kesehatan si dedek bayi, dan juga perlindungan pertama untuk saluran pencernaan si dedek bayi.

Bahkan ketika si emak yang sedang menyusui dan sedang kurang gizi, kapasitas ASI tidak sama sekali berkurang untuk memberikan asupan yang diperlukan oleh si dedek bayi. Tapi bukan berarti, kita gak boleh berusaha, malahan harus untuk memperkaya kualitas ASI dengan mengkonsumsi makanan bergizi. Berdasarkan kutipan artikel dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia, kandungan dari ASI terdiri banyak sel, terutama pada minggu-minggu pertama menyusui. Kolostrum dan ASI dini mengandung 1-3 juta sel darah putih (leukosit) per ml. Pada ASI matur, yaitu ASI setelah 2-3 bulan menyusui, jumlah sel ini menurun menjadi 1000 sel per ml yang terdiri dari monosit/makrofag (59-63%), sel neutrofil (18-23%), dan sel limfosit (7-13%) ASI juga mengandung faktor pelindung (protektif) yang larut dalam ASI seperti enzim lisozim, laktoferin (sebagai pengikat zat besi), sitokin (zat yang dihasilkan oleh sel kekebalan untuk mempengaruhi fungsi sel lain), dan protein yang dapat mengikat vitamin B12, faktor bifidus, enzim-enzim, dan antioksidan.

Gak ngerti kan? Sama, kesimpulannya sistem kekebalan tubuh si bayi sumbernya dari ASI, nah apa hubungannya dengan menggendong si dedek bayi? Hubungannya, tau dirilah kalau mau menggendong si dedek bayi, karena emaknya sudah menjaga kesehatannya, memberikan ASI sampai ngantuk-ngantuk, kita dengan mudahnya menggendong si dedek bayi tanpa khawatir si dedek bayi akan terserang penyakit dari kita yang menggendong, nah loh.

GEMESH YANG TERLALU

Yang terakhir yang akan kita ulas merupakan yang paling terpenting dari ke semuanya, dan ini terkhusus untuk mereka pemburu pipi gemesh si dedek bayi untuk dicubitin atau sekadar menggendongnya. Lebih jika ingin menggendong hanya karena gemesh lebih baik jangan, karena modus dari gemesh ini membahayakan si dedek bayi, bisa jadi tanpa sengaja kita akan mencubit pipinya, atau menciumnya, atau membawanya pulang ke rumah kita, tentunya ini sudah termasuk perkara penculikan. Karena modus gemesh bisa berujung modus untuk memiliki dan di bawah ke rumah, waspadalah, waspadalah.

Dan untuk para orang tua, hati-hati ketika membawa anak kita yang sedang imut-imutnya, ini akan membahayakan diri kita juga, karena mau tidak mau harus merelakan anak kesayangan digendong oleh orang lain yang belum tentu terbebas dari kuman dan bakteri penyakit. Nanti kalau sudah sakit, kita juga yang repot kan. Nah, sebelum membawa si dedek bayi ke arisan keluarga, arisan sekolah, atau perkumpulan lainnya, coba dikasih pengertian kalau si dedek bayinya gak boleh digendong orang lain, atau bila perlu dedek bayinya tinggal aja di rumah, biar di jaga si bapak atau di jaga si emak, jadi yang pergi salah satunya. Kalau sudah terlanjur dibawa, suruh aja si dedek bayinya pulang sendiri naik ojek online.

Tulisan ini disponsori oleh popok portabel yang bisa dicas sewaktu-waktu bila perlu, dan dilengkapi dengan fitur kipas pendingin agar si bayi tidak gerah.

AMPLOP LEBARAN; UNIKNYA BULAN RAMADAN; DILEMA ANAK KOS

Bulan ramadan identik dengan sebuah kepulangan, apakah itu diri yang pulang kepada fitrah menjadi manusia atau pun pulang dalam artian sebenarnya; pulang kampung. Semacam sudah menjadi ritual keharusan seseorang akan pulang ke kampung halamannya di bulan ramadan, apakah itu ketika puasa atau saat lebaran tiba. Kampung menjadi kepulangan yang paling indah untuk membahagiakan diri di bulan ramadan ini.

momen unik ramadan
Wajah bahagia ini tercandid melihat uniknya ramadan
Semua orang akan bergegas jauh-jauh hari untuk merencanakan jadwal pulang kampung mereka. Memesan tiket pesawat, memastikan jam keberangkatan bus, dan lain sebagainya. Pulang kampung untuk kebanyakan orang juga dimanfaatkan sebagai liburan bersama keluarga. Jika liburan keluarga biasanya di destinasi wisata, di bulan ramadan liburan keluarga menjadi berbeda, ada yang unik di tiap momen liburan lebaran.

Walaupun berbeda dari liburan pada umumnya, ketika liburan lebaran mereka seperti punya cara masing-masing untuk membahagiakan diri saat berkumpul bersama anggota keluarga lainnya. Para orang dewasa berbincang seputar pekerjaan atau hobi dan bahasan lainnya. Sementara para anak-anaknya dibiarkan berkeliaran dengan sepupu-sepupu mereka berbuat sesukanya dan kelak akan menjadi momen yang unik ketika dewasa saat mengenangnya. Mungkin salah satu kegiatan unik inu mewakili yang lainnya.

Bermain Di Kandang Kambing
Ada kebahagiaan tersendiri jika pulang kampung melihat-lihat yang tidak ada di kota perantauan atau di kota-kota besar tempat kita tinggal. Tidak perlu muluk-muluk misalkan saja kandang ternak pastinya tidak ada di tengah perkotaan, pasti seru bermain di sekitarannya. Memberinya makan, sekadar melihat-lihat dari kejauhan, atau bahkan diajak foto bareng. Tiap orang punya cara tersendiri memaknai momen unik ramadan mereka.

Menggunduli Pohon Berbuah Di Halaman Rumah
Jika para sepupu sudah berkumpul, tak kenal usia, ada aja yang akan dilakukan. Dari mulai berantakin ruang tamu dengan kue lebaran yang berserakan atau pergi ke luar rumah merusak pekarangan koleksi bunga di halaman. Yang paling ekstrim, pohon yang sedang berbuah di halaman dipaksa panen hanya untuk menciptakan kesenangan. Momen yang begitu unik, para sepupu bersama melancarkan aksi panjat pohon untuk menggunduli buah di pohon.

Berbagi Informasi Isi Amplop Lebaran
Nah, para anak-anak yang berburu amplop lebaran juga tak kalah punya momen unik. Tiap anak seperti mendadak melakukan siasat bagaimana agar dapat amplop lebaran dari paman dan bulik mereka. Tidak sedikit yang berbagi informasi dari mana amplop lebaran yang mereka dapat, atau berapa isi amplop dari paman ini dan paman itu. Yang paling sedih, jika amplop terlihat biasa aja, cenderung anak-anak mengambil isinya dan membuangnya, namun jika amplop lebaran terlihat keren mereka akan menyimpannya.

Bayangkan jika tradisi pulang kampung di tiap tahunnya tidak ada di bulan ramadan. Mungkin akan terasa seperti ada yang kurang lengkap, berkumpul bersama keluarga di saat lebaran pastinya sangat mengasyikkan. Sejauh apa pun kampung halaman, pasti mereka yang meninggalkannya jauh akan kembali pulang. Sekilas momen unik ramadan yang mungkin sebagian orang mengalami, bagaimana momen unik ramadan kalian?

Berbeda dengan momen unik ramadan yang aku jalani tiap tahunnya, sejak menjadi ketua partai anak kos nusantara aku dituntut untuk menjadi orang yang mempertimbangkan efisiensi keuangan. Belum lagi pulang kampung pastinya butuh uang lebih, awalnya aku mengira pulang kampung akan menguras isi dompet, padahal isi dompet pun tidak ada apa yang mau dikuras. Namun, ada saja rezeki yang tak terkira bahkan tak terhingga ketika menjelang bulan ramadan. Apakah itu dapat job review dari blog, atau dapat undangan mengisi materi seminar, alhamdulillah feenya bisa untuk modal ramadan pulang kampung. Intinya, sebagai anak kos jangan takut untuk pulang kampung, Allah Maha Kaya, Husnudzon ama Allah pasti Allah bantu. Aamiin

momen unik ramadan
Alhamdulillah diamanahin ama temen-temen ATTIK untuk mengisi bekal materi kepada para Trainer ATTIK
Yang awalnya dilema untuk pulang kampung akhirnya pulang juga, dilema diuber ponakan menagih amplop lebaran, dilema berondongan pertanyaan dari sanak keluarga "kapan bawa pacarnya?". Dilema-dilema yang tak beralasan pun perlahan hilang, dan padahal pacar-pacaran kan gak boleh dalam islam kan ya, apalah daya keluarga besar masih pakai bank konvensional belum pindah ke bank syariah, harus ekstra daya dan upaya untuk memberikan pemahaman agar tidak terkesan mengajari. Dalam senyum aku pun menutup pertanyaan,

"kan gak boleh pacaran bude, nanti aja kalo udah ada istri pasti dibawa kok"

Untuk sebagian orang, mungkin di umur yang tak lagi muda bakalan takut pulang kampung karena pertanyaan nyesek demikian, untuk aku pribadi aman-aman saja karena hal itu merupakan salah satu momen unik di ramadan. Bagaimana dengan ramadan kalian?

BLOGGER MEDAN; PREMIERE AVENGER INFINITY WAR; BUKAN SPOILER

Blogger Medan, jika melihat judulnya jangan takut buat yang belum menonton karena ini bukan spoiler yang ngejar click bait, ini hanya sebuah tulisan yang dibuat berdasarkan pengalaman menonton. Bisa dibilang sangat jarang sekali nonton di bioskop, kadang ketika sudah terlalu teringin untuk menonton film yang sedang HYPE pasti ada saja yang memurungkan niat ini, apakah itu tanggal tua atau pun keperluan lainnya, seringnya sih karena tanggal tua. Alhasil nunggu 2 minggu dulu terus streaming deh.

Baiklah, bisa dibilang aku adalah penikmat film superhero baik itu Marvel maupun DC, selagi alur ceritanya menarik aku akan menontonnya bahkan sampai menunggu seriesnya seperti Marvel: Agent of Shield atau yang dari DC: Flash, sejauh ini series superhero ini punya daya tarik sendiri, walaupun di keduanya pasti banyak kekurangan dan kelebihan. Eh, maafkan mukadimah yang berasa curahan hati ini, langsung saja saya tuliskan bagaimana pengalaman ketika menonton Avenger Infinity War itu hari tanggal 25 april 2018 di CinemaXXI Centre Point.

Wajah Nyesek Karena Endingnya Yang Tak Bahagia
1. Terpujilah Cinema XXI yang sanggup menyajikan audio meremang seluruh ruang bioskop. Hal ini menambah mood para penonton, seakan para avenger yang sedang bertarung sedang bertarung di depan mata kami. Ketika adegan jatuh menghantam bumi, kursi penonton serasa bergetar, mungkin ini karena fitur dolby surround yang biasa digunakan produksi film layar lebar, atau mungkin kursinya memang kursi getar, bisa jadi.

2. Porsi dialog serius yang menuju benang merah dari cerita ini diseimbangkan dengan candaan yang renyah namun tak berlebihan. Sehingga sangat menghibur, walaupun film ini termasuk film aksi namun tidak terkesan monoton karena diselingi dengan candaan yang renyah, apakah itu sebuah perdebatan atau tingkah laku para tokoh yang terkadang terkesan konyol.

3. Mungkin ini hanya sebuah firasat saja, dari banyak sekuel Marvel yang aku tonton, baru sadar setelah menonton film ini bahwa konflik dari cerita film ini adalah sebuah hubungan, apakah itu hubungan keluarga, hubungan percintaan, atau pun hubungan antara dirinya dan orang banyak. Di cerita ini, konflik dari banyak tokoh dibenturkan, namun ini merupakan daya tariknya, semakin banyak konflik film ini menjadi kuat sekali pada segi alur cerita.

4. Ini bukan spoiler, sedikit cuplikan kisah saja, yang membuat aku takjub dari film ini, penonton berhasil dibawa ke suasana medan pertempuran, di mana ketika harapan untuk menang dalam pertempuran itu tidak ada, lalu kemudian muncul penyelamatan Thor dengan martil barunya bersama Groot dan Rocket, medan pertempuran menjadi seimbang.

5. Endingnya di luar ekspektasi, kemungkinan fans marvel akan beralih ke DC karena ending yang nyesek. Namun demikian, setelah menunggu post credit dari film ini, kekecewaan terbayarkan.

Sekian review singkat tentang film Avenger Infinity War, terimakasih undangannya dari pihak Walt Disney melalui komunita Blogger Medan Blog M, semoga diundang lagi dengan film-film menakjubkan lainnya.

BLOGGER MEDAN DAN MPR RI; KEGENTINGAN MEDIA SOSIAL; DAN SOSIALISASI 4P

Blogger Medan dan MPR-RI dalam kesempatan yang sangat langkah ini duduk bersama diskusi terkait perihal memanfaatkan dunia maya sebagai media sosial dengan bijak. Kita semua pastinya mengetahui, Indonesia masuk 10 besar negara dengan pengguna media sosial daring terbanyak, berdasarkan indeks data Hootsuite diterbitkan bahwa Indonesia di urutan ke-3 pertumbuhan pengguna media sosial sebanyak 23% dan urutan ke-3 pula menghabiskan waktu terlama sehari sekitar 3 jam 23 menit.

Permasalahan yang timbul, hampir sebagian besar penduduk Indonesia merupakan warganet, akan menjadi persoalan yang serius jika para warganet menjadi kurang waras dalam berinteraksi di dunia dalam jaringan ini. Bahkan bukan hanya menimbulkan perdebatan di beberapa aspek, bisa jadi perbedaan pola pikir yang sengaja dibenturkan oleh seseorang dapat mengancam keutuhan NKRI. Dan lagi, belum lama ini ranah politik sudah mulai masif menggunakan dunia dalam jaringan untuk menggiring opini publik ke arah yang mereka harapkan.

blogger medan
Foto bareng sama mas Andrianto Majid Kepala Bagian Pusat Data dan Informasi MPR RI
Udah Mirip Belom?
Cukup sampai disitu saja sebagai pengantar, aku akan cerita pengalaman ngobrol bareng blogger dengan MPR-RI. Itu hari, tepatnya tanggal 20 april 2018 beberapa blogger di Medan beruntung berkesempatan berdialog langsung dengan perwakilan MPR-RI dari Jakarta di Grand SwissBell Hotel, Medan. Lebih dari 50 blogger yang hadir untuk mengobrol seru dengan ibu Siti Fauziah dan pak Andrianto terkait kisruh politik yang merebak di dunia dalam jaringan. Betapa mudahnya pengguna media sosial dibuat bingung dengan banyaknya isu yang sengaja dibenturkan ke ranah dunia maya.

Tidak lain dan tidak bukan hal ini terpulang dari diri sendiri untuk membentengi diri agar tidak mudah mempercayai isu yang belum pasti keabsahannya. Bu Siti yang menjabat sebagai Kepala Biro Humas Setjen MPR-RI maka penting nilai-nilai 4 pilar Indonesia dalam diri warganet agar bijak berinteraksi di dunia dalam jaringan.

Jangan terlalu mudah untuk memberikan informasi pribadi di laman media sosial hanya untuk mengejar popularitas semata. Pak Andrianto Majid yang menjabat sebagai Kepala Bagian Pusat Data dan Informasi Setjen MPR-RI dalam diskusi santai ini juga menghimbau para blogger dan penggiat media sosial untuk terus serta tetap menebarkan manfaat bagi pembacanya. Sebab dengan begitu, terciptalah suasana yang sehat dalam berkomunikasi di dunia dalam jaringan.

Obrolan semakin seru dan banyak sekali blogger yang antusias untuk diskusi dan bu Siti juga pak Andrianto begitu bersemangat menanggapi pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan pada mereka. Dari banyaknya pertanyaan, yang tidak heran semakin melebar, aku menyimpulkan.

1. MPR-RI ikut serta menjaga keutuhan NKRI dari ancaman penggiringan ideologi ke arah yang merusak tatanan negara, walau tidak ikut serta di ranah pragmatis, namun lebih ke dialog seperti acara ngobrol seru Blogger Medan dan MPR-RI ini. Tidak hanya di Medan, MPR-RI akan keliling ke kota - kota besar di Indonesia, Medan beruntung menjadi kota pertama.

2. MPR-RI menanggapi pertanyaan tentang isu hoax yang dilakukan oleh media-media besar, hanya sebatas himbauan tidak bisa menindak-lanjuti dan langsung membredel produk media tersebut. Isu yang berkembang di masyarakat haruslah dicerna tidak hanya sekali baca, tapi harus lebih bijak dalam mencermati isu.

3. MPR-RI juga membuka diri untuk menanamkan nilai-nilai luhur bernegara, dengan edukasi wawasan berbudaya, sehingga memupukkan rasa cinta terhadap Indonesia.

4. MPR-RI menanggapi tentang bahasan perbedaan penerapan P4 di era dulu dengan peneparan 4P yang sekarang, dan ternyata berbeda namun bukan berarti penarapan P4 dulu adalah hal yang sia-sia, tidak ada yang sia-sia. Penerapan 4P kini, lebih mengedepankan pengamalan dan menghayati nilai luhur pada diri, bukan seperti P4 dulu yang harus menghapal.

5. MPR-RI menanggapi pertanyaan tentang anggota-anggota DPR-RI dan DPD yang terkadang membuat keputusan yang kurang waras, bahkan ada tingkah yang kurang menyenangkan jika melihat tingkah rapat mereka. Di sini MPR-RI mengajak kami dan seluruh masyarakat Indonesia untuk berperan aktif tidak hanya mengkritisi tapi juga mengawasi lalu ambil aksi sesuai prosedur, sebab masyarakat juga punya hak tanya untuk persoalan demikian ke MPR-RI, tapi harus mengikuti prosedur.

Semoga aku tidak salah menyimpulkan dari obrolan panjang kami, dari mulai jam 6 sore, hingga larut malam tiba, aku sampai kos tanpa sadar jam 11, maklumlah setelah agenda gathering usai, sesama blogger masih betah mengobrol seru dan sesi foto-foto untuk mengabadikan kenangan.

blogger medan, mpr ri
foto bareng Blogger Medan Blog M dengan 2 narasumber buk Siti Fauziah dan pak Andrianto Majid

LALU APA YANG DIMAKSUD DENGAN PENERAPAN 4P BERINTERAKSI DI MEDIA SOSIAL

Agenda ngobrol seru bersama Blogger Medan dan MPR-RI merupakan sosialisasi penerapan 4P dalam berinteraksi di media sosial. Empat pilar (4P) ini merupakan nilai-nilai yang harusnya ada di tiap diri seseorang yang meliputi nilai Pancasila, UUD Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Sehingga jika ada isu yang berkaitan dengan kedaulatan negara, tiap diri seseorang mampu mengambil langkah bija menanggapi isu hoaks yang tersebar.

BAGAIMANA TIPS MENANGGAPI SEBUAH ISU YANG TERLANJUR TERSEBAR

Berikut ini mungkin bisa menjadi tips untuk menanggapi isu hoaks yang terlanjur tersebar di dunia dalam jaringan, sehingga teman-teman jika mendapati isu hoaks jangan langsung disimpulkan.

1. Jika isu hoaks muncul di media-media besar, atau pun media kecil, janganlah membaca dari satu media saja, lebih banyak lebih bagus untuk menyaring apakah isu tersebut hoaks atau benar, jika ada perbedaan pemberitaan dari media lainnya maka bisa dipastikan berita tersebut tidak dapat dipercaya.
2. Jika sudah membaca semakin banyak isu yang berbeda dan membuat bingung, pekalah terhadap pemberitaan tersebut dan cobalah mengantisipasinya dengan kemungkinan-kemungkinan yang ada, mengandalkan logika untuk membedakan berita mana yang paling benar.
3. Jika sudah menentukan mana pemberitaan yang paling benar, bukan berarti kita harus adu argumen untuk memaksakan pendapat kita, hargailah pendapat orang lain mengenai suatu isu yang sama. Perbedaan bukan untuk diperdebatkan, diskusi boleh saja namun jika sudah ada kesan pemaksaan, diskusi ini tidak sehat.

Dan sebagai penutup, saya sangat bersyukur sekali diberikan kesempatan memenuhi undangan sebagai blogger bertemu MPR-RI untuk berbincang perihal gentingnya dunia maya yang dapat mengancam keutuhan NKRI. Semoga diberi kesempatan-kesempatan lainnya, untuk diskusi lagi tidak hanya bersama MPR-RI mungkin juga berbincang seru di Istana Negara. Aamiin

Jangan lupa bersyukur dan tetap menjadi bermanfaat.